LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus gencar menggelar operasi gabungan untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Setelah menarget pasar tradisional, kini operasi protokol kesehatan itu berlanjut ke moda transportasi darat dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPB Linmas, Dinas Kesehatan, Polri dan TNI.

Saat operasi digelar di depan Kantor Kelurahan Tanah Kali Kedinding pada Jumat (10/7/2020) pukul 09.00-10.30 WIB, ditemukan seorang perawat yang tidak tertib tanpa menggunakan masker.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Surabaya Tunjung Iswandaru membenarkan adanya seorang perawat yang tak patuh protokol kesehatan saat digelar operasi menegakkan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 tersebut. “Perawatnya juga ikutan tidak pakai masker,” keluhnya sambil menunjuk ke arah perawat yang sedang diproses.

Tunjung sendiri menjelaskan, operasi ini bertujuan menertibkan pengendara roda dua dan roda empat serta angkutan umum yang tidak menggunakan masker. Warga yang terjaring, disita KTP-nya. “Bagi yang tidak membawa KTP akan didata lalu dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk menerima sanksi sosial,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa yang terjaring operasi didominasi motor dan mobil pribadi. Untuk angkutan umum sudah cukup mematuhi aturan dengan memakai masker. Tapi ada juga beberapa sopir angkutan umum yang mengenakan maskernya asal-asalan. “Kalo kita lihat mobil pribadi sangat banyak, malah dari segi angkutan umum hanya beberapa,” lanjutnya.

Tunjung mengungkapkan operasi ini murni hanya fokus pada protokol kesehatan degan melakukan penindakan pada warga yang tak mengenakan masker, sedangkan bagi yang tidak membawa surat-surat kendaraan bermotor tidak dilakukan penindakan. “Kami hanya fokus pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

Pantauan Lensa Indonesia di lokasi, ditemukan banyak sekali pelanggaran dalam operasi di kawasan Surabaya Utara ini. Mulai bocah di bawah umur 16 bawa motor, ABG tidak pakai masker, warga tidak bawa KTP serta tidak bawa SIM. Mereka dihukum sanksi sosial beragam mulai menghafal Pancasila hingga Rukun Iman. @Budi