LENSAINDONESIA.COM: Ismail Bima Putra (25), tidak dapat berkutik pasca menyerahkan poket sabu terhadap pembeli yang datang ke rumahnya di Jl Pabrik Kulit, Wonocolo Surabaya.

Lebih dari setahun menjadi bandar dan terkenal licin, tersangka hanya pasrah saat petugas yang melakukan undercover buy menyergapnya saat transaksi dengan pembeli.

Kanit Idik III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya Iptu Eko Julianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap tersangka sejak 6 bulan lalu.

“Sejak enam bulan lalu kami sudah melakukan pemantauan terhadap tersangka. Dia terbilang licin dan selalu berhasil menghindar saat akan disergap,” terang Iptu Eko.

Dijelaskan lebih lanjut, seringnya tersangka dapat meloloskan diri dari sergapan petugas karena terkendala masalah teknis, sehingga pihaknya melakukan strategi khusus untuk membekuknya.

“Anggota kami melakukan undercover buy dengan beberapa kali transaksi, tersangka tidak dapat berkutik saat menyerahkan barang bukti,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan tersangka sudah satu tahun lebih menjadi pengedar sabu. Petugas yang sudah mengantongi identitas bandarnya saat ini sedang melakukan pengejaran.

“Tersangka mendapat suplai sabu tersebut dari seorang bandar yang berada di kawasan Jl Jemur Ngawinan, dan saat ini anggota sedang melakukan pengejaran,” pungkas Iptu Eko.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti 4 poket sabu, seperangkat alat hisap, 1 bendel plastik klip dan kipas angin dinding yang digunakan untuk menyimpan narkoba.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara. @rofik