LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Risamaharini mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencabulan anak dibawah umur di Kompleks Pemakaman Mbah Ratu di Jalan Demak Surabaya.

Sesampainya di lokasi, Risma langsung menginstruksikan pada jajarannya untuk bekerja bakti. Dia memberi instruksi kepada dinas terkait untuk menebang pohon-pohon, membersihkan area pemakaman dan membuang barang-barang yang tidak terpakai.

Risma memberi instruksi kepada dinas terkait untuk menebang pohon-pohon, membersihkan area pemakaman dan membuang barang-barang yang tidak terpakai.

Pada kesempatan yang sama Plt Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin mengungkapkan selain kerja bakti ini untuk membersihkan area makam, dia menegaskan agar wilayah terebut harus dihindarkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pada keempat korban pedofil tersebut.

“Supaya kejadian-kejadian kemarin tidak terulang lagi, Kami menebang pohon dan membuang barang-barang yang tidak digunakan,” kata Anna, Sabtu (11/07/2020).

Bahkan akan meminta para petugas pemakaman untuk memantau area makam setiap harinya. Oleh karena itu, Anna juga membagi sebelas petugas makam yang ada di tempat tersebut dibagi per blok untuk masing-masing petugas mengawasi wilayah per blok.

“Jadi petugas makam tidak hanya menggali makam saja, tapi memantau keamanan juga termasuk kebersihannya,” lanjut dia.

Semua yang hadir melaksanakan kerja bakti terlihat begitu semangat demi menciptakan komplek Makam Mbah Ratu terlihat asri. Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk bakti sosial dengan tujuan untuk menghilangkan kesan angker pada makam.

“Tidak hanya untuk menghilangkan kesan angker. Kami berharap dengan kondisi makam yang asri, tidak akan digunakan oleh masyarakat untuk melakukan hal-hal negatif. Seperti minum minuman keras atau yang lain,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan seorang kakek berinisial IBR yang di komplek pemakaman Mbah Ratu di Jalan Demak Surabaya.

IBR merupakan pelaku pedofil terhadap empat anak dibawah umur. Empat korban tersebut masih berusia 5,7,8, dan 10 tahun.@budi