LENSAINDONESIA.COM: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya akan gencar dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum diperjual belikan. Pemeriksaan akan dilakukan mulai tanggal 13 Juli hari ini hingga 30 Juli 2020.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet (Kesehatan Masyarakat dan Veteriner) DKPP Surabaya, Novia Andriani yang menyampaikan, pemeriksaan akan dilakukan baik ditempat penjualan ataupun tempat pemotongan hewan.

Pemeriksaan di tempat penjualan berupa pemeriksaan fisik seperti tidak cacat, tidak luka, tidak diare, serta kakinya tidak pincang. Sedangkan untuk di tempat pemotongan akan dilihat organ dalam dari hewan yang telah dipotong.

Sedangkan, pemeriksaan kesehatan di tempat pemotongan hewan dilakukan dengan melihat kondisi organ dalam, seperti hati dan paru-paru. Sebab, ia menilai, pada musim-musim seperti ini hewan sangat rentan terhadap penyakit.

“Kenapa kok kita lebih memilih melihat organnya, karena kita khawatirkan pada saat Idul Qurban orang-orang memasak tidak penuh, misal seperti sate hati dimasak setengah matang. Kalau termakan oleh kita bisa menyebabkan diare akut, demikian juga dengan paru-paru. Itu yang lebih kita tekankan,” kata Novia, Minggu (13/07/2020).

Sedangkan untuk dagingnya, kata Novia, selama hewan ternak itu berasal dari Jawa Timur dipastikan terbebas dari yang namanya penyakit antraks.

Di samping itu pula hewan kurban yang sehat itu juga bisa terlihat dari kondisi fisiknya, seperti tidak cacat, tidak luka, tidak diare, serta kakinya tidak pincang.

Kemudian, mata hewan itu juga terlihat bersinar bukan berair, serta kondisi cuping hidung lembab.

“Kalau (cuping hidung,red) kering itu bisa juga bukan karena sakit, mungkin baru didatangkan jadi dehidrasi. Tapi kalau hewan yang sakit itu sudah kelihatan, bulunya kusam tidak klimis. Kalau hewan sehat itu klimis bulunya mengkilat,” pungkasnya.

Dalam memilih hewan yang akan dikurbankan masyarakat dihimbau agar berhati-hati. Masyarakat dihimbau untuk membeli hewan yang telah dilakukan pemeriksaan oleh DKPP Kota Surabaya. Hal itu dapat dilihat dari adanya stiker yang telah diberikan oleh Tim Pemeriksaan dari DKPP.

“Kita ingin masyarakat mau membeli hewan itu tahu bahwa hewan ini sehat maupun tidak sehat. Nah, yang sehat-sehat itu nanti yang akan kita beri tanda stiker-stiker,” ungkap dia.@LI-13