LENSAINDONESIA.COM : Dua karyawannya meninggal dunia dengan gejala Covid-19, kantor TVRI Surabaya yang berada di Jl Mayjend Sungkono 124, dilockdown selama dua pekan ke depan. Hal ini dilakukan untuk menghindari sebaran lebih meluas kepada karyawan lain.

Kepala TVRI Jatim, Akbar Sahidi membenarkan, jika dua karyawan yang sehari-harinya bekerja di bagian produksi itu meninggal dunia dengan gejala Covid-19, salah satunya mengalami sesak pernapasan. Keduanya meninggal disertai dengan komorbid (penyakit penyerta).

“Jadi memang Sabtu dan Minggu itu ada dua rekan kami yang meninggal dunia, yang cowok Sabtu yang ceweknya Minggu. Yang satu gejala tifus dan yang satu DBD,” terangnya kepada Lensa Indonesia melalui telepon, Senin (13/7/2020).

Dalam upaya memutus mata rantai Covid-19, TVRI juga melakukan sterilisasi lingkungan perkantoran menggunakan cairan disinfektan selama masa lockdown.

“Jadi kemarin siang menjelang sore sudah disemprot seluruh kantor, kan kami bersebelahan dengan pemadam itu. Tadi sore mereka ulang sekali lagi. Jadi sudah dua kali dengan kemarin,” sambungnya

Hingga hari ini, Akbar belum mengetahui secara pasti apakah dua karyawannya yang meninggal itu positif terjangkit Covid-19 atau tidak. Sebab, ia tidak mengetahui hasil swab tes yang dilakukan. Namun, kedua jenazah karyawan TVRI itu dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Mereka dimakamkan dengan proses Covid-19. Kami belum mendapatkan hasil tes swab PCR keduanya, karena keluarga yang tahu,” paparnya.

Akbar menambahkan selama lockdown, kantor produksi TVRI Surabaya meniadakan siaran konten lokal dan hanya menyiarkan re-lay dari Jakarta.

“Kami lockdown mulai hari ini sampai 27 Juli. Selama itu kami tidak produksi apa-apa dan hanya siarkan re-lay dari Jakarta. Total, tidak ada operasional maupun perkantoran,” tambahnya.

Akbar juga mengungkapkan, pihaknya telah memberlakukan rapid tes massal kepada 180 karyawan yang ada di kantor tersebut. Dari total keseluruhan rapid tes, ditemukan 6 orang yang reaktif. Saat ini, enam karyawan tersebut tengah menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil swab tes keluar.

“Kami tanggal 9 Juli sudah melakukan rapid test dan ada enam orang reaktif. Enam orang reaktif ini sudah kami lakukan swab namun belum turun hasilnya. Mereka saat ini masih isolasi mandiri,” pungkasnya. @wendy