LENSAINDONESIA.COM: Akibat pandemi Virus Corona (COVID-19) banyak perusahaan yang menerapkan Work From Home . Para pelajar pun juga harus Belajar dari Rumah. Hal ini dilakukan untuk menghentikan persebaran virus mematikan tersebut.

Karena terlalu lama tergantung di rumah, banyak masyarakat yang puas, meras bosan. Ada benyak cara menghilangkan kebosanan, salah satunya menyalurkan hobi, misalnya saja dengan berkebun atau bercocok tanam.

Hobi bercocok tanam sangat tepat dilakukan di tengah pandemi seperti ini adalah Perkebunan Perkotaan alias praktik budidaya, pengelolaan, dan distribusi bahan pangan di atau sekitar kota.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Yuniarto Herlambang, Urban Farming ini sangat cocok diterapkan di masa seperti sekarang ini terutama dalam upaya ketahanan pangan.

Oleh karenanya DKPP Surabaya akan terus berperan aktif dalam mendorong dan membantu masyarakat dalam mengoptimalkan program ketahanan pangan tersebut.

“Jadi kalau memang masyarakat membutuhkan benih atau bibit-bibit kita dukung itu. Permintaan bisa perorangan atau perkelompok. Kita juga lihat permintaannya dengan kondisi di lapangan,” jelas dia, Minggu (12/07/2020).

Bagi masyarakat Surabaya yang ingin mengajukan bibit tanaman gratis bisa langsung datang ke kantor DKPP. Namun, untuk mendapatkan bibit tanaman itu, warga juga harus melengkapi beberapa persyaratan. Seperti mengisi formulir identitas dan formulir kesediaan untuk pemeliharaan tanaman. Selain itu, warga juga harus melengkapi dengan foto copy identitas diri.

“Itu kalau perorangan atau pengajuan bibit tidak dalam jumlah banyak, misal satu orang dengan lima bibit tanaman. Kalau kelompok atau lembaga bisa mengajukan surat permohonan. Biasanya petugas kami akan melakukan monitoring dahulu, kalau kelompok biasanya lebih dari 100 bibit,” jelasnya.

Untuk melakukan permintaan bibit sendiri dapat dilakukan perorangan maupun kelompok. Namun, karena keterbatasan jumlah bibit, sehingga tidak semua permintaan itu difasilitasi.

“Jika (permintaan, red) banyak yang bisa kita survei sebelumnya, apakah cocok untuk kita, tetapi jika kita pasti mau. @budi