LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang Mundjidah Wahab meminta ‘Kampung Tangguh’ tidak hanya nama saja, tetapi harus disertai perilaku warga yang tangguh dalam menerapkan protokol kesehatan menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19).

Menurut Mundjidah, sebuah kampung akan menjadi Kampung Tangguh Semeru apabila di kampung tersebut memenuhi beberapa kriteria protokol kesehatan pencegahan COVID-19, diantaranya ada titik check poin yang meliputi tamu harap lapor, cek suhu badan.

“Kampung tangguh ini bukan hanya sekedar nama saja yang tangguh, namun diikuti juga dengan perilaku warganya sehari hari yakni selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam hal apapun juga termasuk di dalam menjalankan ibadah terutama di masjid dan musholla.”

“Semoga bukan sekedar karena ada peresmian dan kunjungan, kegiatan seperti ini (penerapan protokol kesehatan) dilakukan, namun harapan kita seterusnya dilakukan. Di lain waktu akan dilakukan pengecekan apakah masih tetap menerapkan protokol kesehatan atau sudah berubah,” tegas Bupati Jombang saat meresmikan dua Kampung Tangguh Dusun Pule Desa Tanjunggunung dan Desa Sumberagung di Kecamatan Peterongan, Selasa (14/07/2020).

Selain itu, diharapkan warga mematuhi anjuran terkait adaptasi kebiasaan baru, pembatasan jam malam, jaga jarak, sering cuci tangan, wajib menggunakan masker, pasang wastafel atau tempat cuci tangan di masing masing rumah warga.

Dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan ini sebagai upaya dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di desa khususnya, dan di kabupaten Jombang secara keseluruhan,” tutur Mundjidah dampingi Wakil Bupati, Sumrambah, Dandim 0814 Letkol Inf Triyono dan Wakapolres Jombang Kompol Wahyu Prista SIK.

Sementara Wakapolres Jombang Kompol Wahyu Prista mengatakan kedepan dengan adanya kampung tangguh semeru ini dapat menjadikan tauladan dan percontohan kampung-kampung lainnya dan di lanjutkan pelaksanaanya. Tentu dengan panduan maupun pembinaan dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Kapolsek dan Camat.@Obi