LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo melantik 750 calon perwira dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/7).

Dari 750 calon tersebut, sebanyak 457 di antaranya calon perwira akademi TNI dan 293 dari akademi kepolisian.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 55 TNI Tahun 2020 dan Nomor 56 Polri Tahun 2020 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akmil dan Akpol Menjadi Perwira TNI dan Perwira Kepolisian RI.

Dalam sambutanya, Presiden mengatakan perkembangan, baik peluang maupun tantangan zaman saat ini begitu pesat. Perwira TNI/Polri diminta cakap dalam membaca tantangan dan peluang di masa depan.

“Sebagai pengawal masa depan, Saudara-saudara harus cakap membaca tantangan dan peluang ke depan. Yang jelas, dunia berubah dengan begitu cepatnya. Disrupsi terjadi di semua sektor kehidupan,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, revolusi industri jilid IV semakin mendorong perubahan super cepat tersebut. saat ini negara di dunia juga akan diwarnai oleh hiperkompetisi oleh persaingan yang ketat, antar negara bersaing untuk menguasai pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam industrialisasi. Teknologi militer juga berkembang dengan cepat.

“Teknologi militer terkini telah memanfaatkan kecerdasan buatan, automation, augmented reality, dan teknologi siber telah jauh berkembang,” ujarnya.

“Masih banyak lagi perkembangan teknologi yang mengagumkan yang Saudara-saudara harus menjadi bagian untuk mengendalikan dan mengembangkannya,” sambung Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi pun menyinggung tantangan kejahatan yang dihadapi perwira kepolisian juga semakin berat. Apalagi model kejahatan menggunakan teknologi sangat canggih seiring perkembangan teknologi.

“Kejahatan siber lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” jelasnya.

Jokowi meminta, perwira TNI/Polri mampu mengikuti dan mengejar perkembangan zaman saat ini sehingga menjadi bagian dari problem solver bangsa Indonesia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“(SDM) yang lincah dan inovatif dalam menghadapi perubahan dengan karakter kebangsaan penjaga NKRI dan penjaga Pancasila yang sejati,” ujar Jokowi.@licom