LENSAINDONESIA.COM: Polda Jatim resmi mengeluarkan imbauan agar ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Melawan Kekerasan Seksual, mengurungkan niat menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jatim, besok Rabu (15/7/2020). Rencana demo itu terkait tudingan kinerja kepolisian yang lamban dalam menangani kasus dugaan anak Kiai pemilik pondok pesantren di Jombang terhadap santriwati.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengimbau, massa Aliansi Santri itu tidak menggelar demonstrasi, dengan alasan Surabaya merupakan zona merah dalam sebaran Covid-19.

“Polri mengimbau demo tidak dilaksanakan demi keselamatan diri, kelompok, masyarakat, maupun petugas. Karena kami berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” pesan Kombes Trunoyudo melalui awak media, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, pihaknya juga tak ingin tercipta klaster baru penyebaran covid -19 bagi demonstran dan pihak kepolisian maupun masyarakat lainnya. “Imbauan ini kami lakukan demi keselamatan bersama. Serta mempertimbangkan Surabaya masih status zona merah pandemi covid-19,” imbuhnya.

Kombes Trunoyudo mengaku pihak Polda Jatim berencana mengeluarkan surat rekomendasi sebagai bentuk balasan atas surat dari pihak demonstran, supaya aksi demo besok dapat dibatalkan. Dalam surat itu, nantinya akan menjelaskan beberapa pertimbangan.

“Tentu Direktorat Intelijen Keamanan, tidak akan mengeluarkan rekomendasi mengingat pertimbangan situasi Pandemi Covid-19. Namun surat kami nanti akan berisi penjelasan terkait surat dari pemohon,” tambahnya.

Sebagai salah satu solusinya, Polda Jatim tetap menerima masukan dari 5 perwakilan Aliansi Santri terkait penanganan kasus dugaan pelanggaran asusila tersebut. “Tentu mekanismenya bisa disampaikan melalui perwakilannya saja tidak lebih dari lima orang,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Palupi Pusparini selaku tim kuasa hukum korban mengaku bakal menggelar aksi demo di depan Mapolda Jatim, Rabu (15/7) besok. Pihaknya berjanji menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pasti, pemakaian masker pasti kami lakukan. Kemudian jaga jarak tetap diupayakan. Artinya dalam melakukan aksi damai besok di Polda Jatim, kami akan menerapkan protokol pencegahan COVID-19,” ungkap Palupi, Senin (13/7/2020). @wendy