LENSAINDONESIA.COM : Puluhan massa Aliansi Kota Santri Menolak Kekerasan Seksual, menggelar demonstrasi di depan Mapolda Jatim. Mereka mendesak polisi segera menangkap anak Kiai pemilik pondok pesantren di Jombang yang diduga melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

Direktur Woman Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah mengatakan, jika enam perwakilan telah melakukan audiensi dengan pihak polisi di gedung SPKT Polda Jatim. Dalam audiensi, Ana bersikukuh meminta Polda Jatim tegas dengan segera menangkap pelaku.

“Yang jelas segera menahan tersangka. Kami juga akan berkomunikasi dengan kejaksaan setelah ini,” seru Ana saat ditemui setelah audiensi, Rabu (15/7/2020).

Tak hanya itu,  Ana dan dan lima rekannya meminta kepada penyidik, supaya melakukan komunikasi dengan tim kuasa hukum korban, agar masalah ini ditangani dengan transparasi.

“Kami Aliansi Kota Santri Melawan Kekerasan Seksual, tetap menyampaikan aspirasi bahwasanya penyidik harus melakukan komunikasi dengan tim kuasa hukum di LBH Surabaya,” tambahnya.

Ana bercerita, jika pada Maret 2020 lalu, pelaku telah dilakukan pemeriksaan dan  pihaknya juga menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Iya SP2HP Maret itu sudah dilakukan pemeriksaan. Salah satu bukti petunjuknya juga untuk segera memeriksa dan menangkap pelaku. Cuma itu tadi tidak dijelaskan secara rinci,” imbuhnya.

Kata Ana, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, kemungkinan dijadikan alasan oleh kepolisian untuk tidak mendalami kasus tersebut.

“Lagi-lagi alasan PSBB, dan kami sadari situasi darurat Covid ini, untuk kasus kekerasan seksual ini juga gak bisa lebih darurat gitu ya?,” tambahnya.

Ana juga meminta kepada penyidik, untuk memikirkan dampak psikologis yang dirasakan korban jika kasus ini berlarut dan tidak ada kejelasan. Sebab, kasus ini sudah dilaporkan sejak lama.

“Kami menyampaikan kepada penyidik, (agar) mempertimbangkan dampak psikologi yang akan dihadapikorban ketika kasus ini terus berlarut-larut. Saat ini 15 juli. Ini berartisudah ada 261 hari sejak diterimanya kasus,” pungkasnya. @wendy