LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsdya TNI, Danrem Tipe A 084/Bhaskara Jaya, serta Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir melakukan blusukan ke Pasar Keputran Utara dan Selatan setelah selesai Subuh.

Rombongan Risma melakukan penertiban kepada para pedagang dan pengunjung pasar yang tidak patuhi protokol kesehatan. Selain itu Dinas Kesehatan melakukan Tes Rapid kepada Pedagang dan Pengunjung Pasar Keputran.

Dalam kesempatan ini Kapolrestabes Surabaya dan Danrem 084/Bhaskara Jaya Siap berkomitmen untuk mendukung penuh Pemkot Surabaya dalam mempercepat proses pengendalian COVID-19 ini.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa dia dan jajarannya akan melakukan pengendalian dengan melakukan penertiban di titik-titik keramaian seperti yang saat ini dilakukannya.

“Apalagi dari preferensi (kecenderungan,red) sebelumnya, pernah dilakukan rapid disini dan ada yang kemudian positif,” kata Kombes Pol Isir.

Dia mengungkapkan bahwa Surabaya telah mengalami penurunan angka terkonfirmasi positif COVID-19-nya dan sudah bisa terkendali. Meskipun demikian itu harus diimbangi dengan penegakan terhadap aturan yang sudah ditetapkan yaitu dengan adanya protokol kesehatan. Selain itu pula upaya pengendalian ini juga perlu diimbangi dengan meningkatkan kesembuhan.

“Pasar Keputran ini sebagai salah satu pasar rujukan juga dari pedagang luar kota yang datang ke sini (Surabaya,red). Nah, ini yang perlu kita lakukan monitor dan kontrol. Jadi ini salah satu bentuk kita untuk membangkitkan lagi kesadaran (masyarakat,red) bagian dari pada memonitor,” jelas dia.

Sedangkan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo menyatakan siap sepenuhnya membantu dan mendukung Pemkot Surabaya dalam penanganan COVID-19. Apalagi, hingga saat ini belum ada vaksin dari virus tersebut.

“Kita tahu sendiri COVID-19 sampai sekarang belum ada obatnya (vaksin). Nah, obatnya ya kita sendiri. Obatnya hanya disiplin pakai masker, rajin cuci tangan, disiplin jaga jarak. Hal-hal yang sangat rentan seperti di keramaian-keramaian ini dibutuhkan kesadaran masyarakat,” kata Danrem.

Dia menyebutkan bahwa keberadaan Pasar Tangguh yang sudah ada saat ini haru dioptimalkan semaksimal mungkin. Tujuannya tidak lain, untuk mengajak masyarakat bersama-sama memutus pandemi COVID-19 ini.

Melalui Pasar Tangguh, diharapkan timbul kesadaran masyarakat agar saling mengingatkan satu sama lain disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jaraknya diatur, pakai masker, kalau perlu pakai pelindung diri menggunakan face shield. Itu salah satu dasar-dasar Pasar Tangguh, dia mempertahankan dirinya sendiri dulu perorangannya, baru yang lain saling mengingatkan,” pungkasnya.@budi