LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya meninjau langsung beberapa proyek yang tengah digarap oleh Pemerintah Kota Surabaya, salah satunya adalah Rumah Pompa di Petekan.

Rumah Pompa Petekan sendiri merupakan proyek besar yang diperuntukkan untuk menangani banjir di Kota Surabaya.

Rencananya, Rumah Pompa ini diprediksi sebagai pengendali utama Sungai Kalimas.

Fungsi rumah pompa Petekan berbeda dengan lainnya. Di tempat ini, rumah pompa berfungsi sebagai penyeimbangkan elevasi permukaan air sungai, sehingga air sungai akan tetap stabil dan seimbang. Ketika elevasi permukaan air sungai tinggi, maka air bisa dipompa menuju ke laut. Sehingga air dari sungai tidak sampai naik ke daratan dan menyebabkan terjadinya banjir.

Didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dan beberapa kepala dinas lainnya Risma nampak memberikan arahan kepada Erna dan beberapa petugas proyek. Risma meminta agar pompa dan bangunan pintu airnya supaya bisa digarap bersamaan.

“Bisa paralel lah Pak kerjanya nanti, supaya bisa cepat,” ujar Risma kepada petugas proyek, Selasa (14/07/2020).

Hal tersebut dilakukan agar pembangunan Rumah Pompa dengan anggaran 40 Miliyar tersebut dapat selesai dengan tepat waktu.

Selain itu Risma memberikan target pembangunan Rumah Pompa ini selesai pada Desember 2020. Hal ini ditargetkan agar musim hujan berikutnya banjir akan dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Tidak hanya Rumah Pompa, Rumah Pompa Petekan juga bisa difungsukan sebagai tanggul pencegah banjir akibat air laut pasang masuk Kota Surabaya. Karena di Rumah Pompa ini terdapat pintu air yang sangat besar dengan ukuran 7 hingga 10 meter. Sehingga dengan adanya Rumah Pompa ini diharapkan dapat mengatasi air pasang yang menjadi penyebab banjir berkepanjangan.@budi