LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau proyek pembangunan Alun-Alun Surabaya yang berada di Balai Pemuda.

Didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dan beberapa kepala dinas lainnya, Risma memantau sejauh mana pengerjaan alun-alun ini berlangsung.

Risma melihat satu persatu bagian proyek yang tengah dibangun itu, mulai dari bagian luar atau halaman Balai Pemuda, bagian belakang sisi barat, hingga turun langsung ke alun-alun Surabaya yang ada di bawah tanah.

Risma memberikan arahan dengan menuliskan beberapa desain di atas secarik kertas, dia meminta agar sirkulasi udara di ruang bawah tanah dapat lebih banyak menggunakan udara alami dan meminimalisir penggunaan AC.

“Di sini agak panas ya, karena sirkulasi udaranya kurang ini. Coba nanti ditambah sirkulasi udaranya. Kaca-kaca di bagian itu dilepas aja supaya sirkulasi udaranya bisa masuk ke sini,” kata Wali Kota Risma saat berada di ruang bawah tanah, Selasa (14/07/2020).

Risma meminta agar jajarannya juga menyiapkan area untuk bermain skateboard di ruang bawah tanah itu. Bahkan, ia juga meminta keramik dan fasilitas khusus di area tersebut. “Mungkin satu sisi saja yang disediakan fasilitas bermain skateboard. Biarkan aja mereka bermain di sini,” katanya.

Seusai melakuka peninjauan diruangan bawah tanah, ia kembali ke sisi tengah bangunan Balai Pemuda. Di situ, ia melihat tidak disediakan fasilitas untuk disabilitas.
Sehingga dia meminta agar fasilitas untuk disabilitas disediakan. Sehingga para disabilitas juga dapat menikmat area-area yang berada di alun-alun Surabaya tersebut.

“Coba ini ditambah fasilitas untuk disabilitas ya, kasihan mereka kalau ke sini. Nanti diperbaiki ya,” tegas Wali kota Risma kepada Iman Krestian yang berada tepat di sampingnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR), Robben Rico mengungkapkan bahwa Risma telah melihat langsung progress pengerjaan Alun-alun Surabaya secara detail. Sehingga, ketika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, dapat diminta untuk segera diperbaiki.

“Jadi, tadi ada beberapa atensi yang harus kami perbaiki, seperti hal-hal kecil pipa wastafel yang harusnya dipasang di bawah keramik. Itu memang kecil tapi kalau dibiarkan akan terlihat jelek. Tapi yang paling mayor tadi beliau minta menyediakan sirkulasi udara, sehingga seminimal mungkin penggunaan AC,” kata Robben.

Progress pengerjaan Alun-Alun Surabaya ini sendiri sudah mencapai 70-75 persen. Sebab, struktur fisiknya sudah selesai dan saat ini tinggal finishing dan hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama. “Mudah-mudahan akhir November atau awal Desember sudah selesai semuanya,” pungkasnya.@budi