LENSAINDONESIA.COM: Pemberlakukan Jam malam di wilayah Kota Surabaya kini bukan hanya sekedar wacana.

Dengan diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomer 30 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Hidup Normal yang menggantikan Perwali sebelumnya yaitu
Perwal Nomer 28 Tahun 2020. Pemberlakuan jam malam ini berlaku dimulai dari Pukul 22.00 hingga Pukul 04.00 WIB.

Pemberlakuan jam malam untuk mencegah penularan COVID-19 ini tidak berlaku untuk rumah sakit, apotek, fasilitas pelayanan kesehatan, pasar, stasiun, terminal, pelabuhan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), jasa pengiriman barang, dan minimarket yang terintegrasi dengan bangunan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, di luar yang dikecualikan, Apabila ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari, maka wajib menunjukkan surat keterangan sehat.

“Jadi, harus ada surat keterangan atau bukti pendukung lain yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Irvan, Rabu (15/07/2020).

Irvan menghimbau agar masyarakat mematuhi aturan yang telah ada dan telah ditetapkan ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sehingga masyarakat yang tidak berkepentingan sudah harus berada di rumah sebelum pukul 22.00. Mengingat pertambahan angka positif di Surabaya trennya sudah menurun dan jangan sampai naik lagi.

“Jangan sampai yang sudah turun ini bisa naik lagi. Kita ingin betul-betul turun dan mudah-mudahan bisa tuntas. Makanya, ada beberapa poin yang diubah dan ditambahkan dalam Perwali No. 33 Tahun 2020 ini,” ujarnya.

Pelanggar aturan jam malam ini akan dikenakan sanksi sama seperti yang berlaku saat Pemberlakukan Perwali terdahulu yaitu berupa sanksi administratif penyitaan KTP bagi individu yang melakukan pelanggaran.

Sedangkan bagi tempat-tempat yang menggundang keramaian akan dilakukan pembubaran secara paksa. Bahkan tempat tersebut dapat dikenakan penutupan sementara dan bisa juga dilakukan pencabutan izin operasinya.

Bagi pelanggar yang tidak membawa KTP saat melakukan pelanggaran akan dihukum langsung berupa push up, joget, serta memberikan makan orang dengan gangguan jiawa
(OTGJ) di Liponsos.

Aturan pemberlakuan jam malam ini sendiri akan mulai berlaku pada tanggal diundangkan pada 13 Juli 2020. “(Berlaku) sejak tanggal diundangkan,” kata Irvan Widyanto.@budi