LENSAINDONESIA.COM: Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 sejumlah partai telah mengeluarkan rekomendasi bagi para bakal calon kepala daerah jagoannya.

Seperti di Jawa Timur, DPP PDI Perjuangan (PDIP) telah resmi mengumumkan rekomendasi untuk 6
pasangan bakal calon kepala daerah.

Namun, dari jumlah itu tidak termasuk Kota Surabaya. DPP PDIP mengeluarkan rekomendasi dibagi menjadi beberap tahapan. Kali ini baru tahap kedua.

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengatakan pengumuman rekomendasi pasangan calon (paslon) kepala daerah diumumkan DPP PDIP dalam tiga gelombang.

“Yang sudah ini ada 6 paslon. Jadi total sudah ada 10 paslon yang diumumkan. Untuk yang ketiga mungkin akhir Agustus nanti, termasuk Surabaya,” ujar Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi ditemui LICOM di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Raya Kendangsari Industri Surabaya, Jumat (17/07/2020).

Kusnadi menambahkan, tidak ada kendala apapun dalam mengusung paslon di Surabaya. Semua itu membutuhkan kajian yang mendalam. Apalagi Surabaya merupakan daerah yang penting bagi PDIP.

“Kita menyodorkan (nama-nama paslon), tentu DPP juga melakukan evaluasi sendiri, survei sendiri. Sehingga dari hasil itu semua baru diterbitkan rekomendasi,” tegas Ketu DPRD Jatim ini.

Terkait rencana koalisi, Kusnadi menegaskan PDIP selalu terbuka untuk berkoalisi. Menurutnya, koalisi bisa dengan sesama partai politik, tapi bisa juga dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan elemen lainnya. “Jadi terminologi koalisi tidak hanya partai dengan partai,” terangnya.

Sementara, sebanyak 6 paslon di Jatim yang hari ini telah mendapat rekomendasi dari DPP PDIP yakni,
Hanindhito Pramono-Dewi Maria Ulfa (Kabupaten Kediri), Rijanto-Marhaenis (Kabupaten Blitar), Santoso-Tjutjuk Sunaryo (Kota Blitar), Pungkasiadi-Titik Masudah (Kabupaten Mojokerto), M Nur Arifin-Syah Natanegara (Kabupaten Trenggalek) dan Raharto Teno-M Hasjim Ashari (Kota Pasuruan).

Sedangkan 4 daerah lain di Jatim yang telah mendapatkan rekomendasi PDIP di tahap pertama, yaitu Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko (Kabupaten Ngawi), Sanusi-Didik Gatot Subroto (Kabupaten Malang), Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (Kabupaten Sumenep) dan Ipuk Fiestiandani-Sugirah (Kabupaten Banyuwangi).

Sehingga total daerah yang telah mendapat rekomendasi di Pilkada Serentak 2020 baru 10 daerah. Sehingga menyisakan 9 daerah lagi, termasuk untuk Kota Surabaya.@sarifa