LENSAINDONESIA.COM: Tiga bulan masuk daftar pencarian orang (DPO) Amir (41) warga Jl Bendul Merisi Jaya, yang diburu karena jadi kurir pil koplo, akhirnya diringkus petugas Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Residivis kasus narkoba jaringan Lapas ini sebelumnya sempat melarikan diri ke Lamongan setelah rekannya dibekuk Polisi. Namun setelah sering berpindah kos, pelariannya terlacak dan disergap saat pulang ke tempat kosnya di Wonokromo, Surabaya

Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Yasin menjelaskan, setelah rekannya tertangkap, Amir kabur ke Lamongan hingga 3 bulan.

“Sejak ditetapkan sebagai DPO, tersangka AM ini melarikan diri ke Lamongan, dan bersembunyi di rumah kerabatnya,” terangnya, Minggu (19/7/2020)

AKP Yasin menegaskan, tersangka yang ini beberapa kali berpindah kota untuk menghindari petugas. “Tersangka merupakan kurir jaringan di dua Lapas di Jawa Timur,” imbuhnya.

Penangkapan tersangka ini sukses dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk mengecek keberadaannya.

“Saat dilakukan maping, diketahui tersangka berada di wilayah Wonokromo. “Kami langsung bergerak dan melakukan penangkapan,” pungkas AKP Yasin.

Kepada penyidik, Amir mengaku dirinya mendapat upah Rp 100 ribu sekali kirim pil koplopengiriman. “Sekali kirim saya mendapat imbalan Rp 100ribu,” ujarnya singkat.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti pil koplo double L 193 ribu butir yang disimpan dalam 193 kantong plastik. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan diancam pidana selama 15 tahun penjara. @rofik