LENSAINDONESIA.COM: Petugas bakal bersikap lebih tegas menegakkan Perwali Surabaya Nomor 33 tahun 2020, untuk menegakkan aturan jam malam demi memutus rantai penyebaran covid-19.

Kepala Satpol PP Provinsi Jatim, Budi Santoso, menegaskan jika didapati tempat hiburan malam yang masih mokong melanggar ketentuan dalam Perwali, pihaknya tak segan-segan melakukan penutupan secara permanen.

“Kami koordinasi dengan Pemkot Surabaya besok, terkait kerumunan. Kalau dianggap pelanggaran mungkin akan ditutup 3 hari dulu untuk memenuhi persyaratan yaitu tidak boleh ada kerumunan, setelah itu boleh dibuka lagi. Tapi kalau terus seperti itu akan ditutup permanen,” tegasnya saat menggelar operasi di tempat hiburan kawasan Kedungdoro, Sabtu (18/7/2020).

Budi menambahkan, pihaknya bakal terus mendukung penegakkan Perwali no 33 dalam melakukan operasi jam malam di Surabaya.

“Kami  mendukung Perwali Surabaya, mendukung juga Perbup yang ada di Gresik maupun Sidoarjo,” tambahnya.

Kasatpol PP Pemprov Jatim ini juga menambahkan pihaknya sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) yang lebih tegas bagi pelanggar ketentuan-ketentuan dalam adaptasi kebiasaan baru. Nantinya, Perda tersebut menjadi acuan.

“Ini sedang digodok, tentang Perda Nomer 1 tahun 2020. Nanti acuannya disitu supaya tindakannya tegas, tidak hanya KTP tapi ke arah pidana.  Pada 27 Juli nanti disahkan,” pungkasnya. @wendy