LENSAINDONESIA.COM: Cari Fakta, Tersiar kabar bagi yang melanggar aturan protokol kesehatan di Jawa Timur bakal terkena denda.

Kabar pengenaan denda tersebut sudah mulai beredar di sosmed hingga grup pesan singkat WhatsApp.

Aturan tersebut tersebar mengatasnamakan Gubernur Jawa Timur. Untuk pemberlakuan aturan tersebut, dimulai dari 27 Juli hingga 9 Agustus 2020.

Akibat melanggar aturan tersebut, maka pelanggar ditilang dan dikenakan denda mulai Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Fakta

Isu tersebut mengundang respon dari warganet. Sehingga muncul lah beberapa klarifikasi tentang hal tersebut.
Dari penelusuran Lensaindonesia.com melalui akun Facebook “Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax” menyatakan bahwa aturan tersebut bukan dari Pemprov Jatim, melainkan aturan yang ditetapkan oleh Pemprov Jabar.

Sebab dari aturan tersebut bahwa pengenaan denda dengan sistem tilang melalui apps PIKOBAR tersebut bukan dari Jatim, melainkan kepanjangan dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat.

Bahkan dalam akun instagram Ridwan Kamil melalui gugahan videonya memaparkan narasi “DENDA 100- 150.000 BAGI YANG TIDAK BERMASKER DI TEMPAT UMUM”.

Dari pihak Pemprov Jatim pun juga mengklarifikasi kabar joax tersebut melalui akun pribadi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (@khofifah.ip)
Dalam komennya Khofifah menyatakan, “Saya pastikan pesan berantai ini Hoax Parah. Saya tidak pernah menginstruksikan seperti pesan di atas. Ada yang tahu siapa pembuat dan penyebarnya?”

Jelas sudah, bahwa pesan berantai terkait pemberlakuan denda dan tilang bagi warga tanpa masker tersebut Hoax alias berita bohong.

Berikut ini isi pesan berantai hoax terkait denda untuk warga tak bermasker di Jatim:

*Yth.Seluruh Anggota Grup*

Sesuai Instruksi Gubernur Jawa Timur
Hasil Rapat Tim Gugus Tugas *_Covid 19_* Jatim sbb:

1. Akan diadakan PENILANGAN bagi yg tidak bermasker di muka umum TMT 27 Juli s.d 9 Agustus 2020 (14 hr) sebesar Rp.100.000 s.d Rp.150.000

2. Penilangan akan dilakukan Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama *GUGUS TUGAS*.

3. Pengecualian jika:
a. Sedang Pidato
b. Sedang makan/
minum
c. Sedang Olga
kardio tinggi(Olga
joging untuk perkuat
Jantung/Paru²).
d. Sedang Sesi foto
sesaat.

4. Proses tilang berdenda ini & Kwitansi akan menggunakan e-tilang Via *apps PIKOBAR*. Dana denda akan masuk ke Kas Daerah sesuai peraturan.

5. Selama 14 hari ini mari kita saling mengingatkan dan saling memberi Masker & mari lebih disiplin jika tidak ingin terkena denda.

Demikian yang perlu disampaikan, agar dipatuhi dan disampaikan juga ke keluarga/Handai Taulan masing².
Bila dilapangan terjadi penilangan thd Kita ataupun keluarga tdk perlu NGOTOT ataupun keras kepala, lebih baik dipatuhi/ikuti.

*Notes*
– Walaupun instruksi Gubernur tentang Denda berlaku nanti tgl 27 Juli 2020, alangkah baiknya mulai dari Sekarang kita membiasakan untuk DISIPLIN lebih dulu, sehingga pada saat pelaksanaannya tdk Kaget lagi.

( *Silahkan di Share kpd keluarga/Teman/Kerabat lainnya*).