LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk ketujuh kalinya berhasil menyelamatkan dan mengembalikan aset negara kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Kali ini, aset yang diselamatkan adalah aset di Kelurahan Karang Pilang, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, senilai Rp 61 miliar. Berupa tanah 39.985 meter persegi dan uang sebesar Rp 6,3 miliar.

Proses penyerahan kembali aset milik Pemkot Surabaya tersebut dilakukan di Kejati Jatim dengan menandatangani surat perdamaian antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan pihak ketiga PT Platinum Ceramic.

Penandatanganan perdamaian sekaligus penyerahan itu disaksikan langsung oleh Kepala Kejati Jatim Muhammad Dofir dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim.

Pada kesempatan itu, Kepala Kejati Jatim Muhammad Dofir menjelaskan bahwa aset yang dikembalikan saat ini merupakan aset ketujuh yang berhasil dikembalikan ke tangan pemkot dengan bantuan Kejati Jatim. Enam aset sebelumnya diantaranya adalah Gelora Pancasila, Jalan Kenari, Jalan Upajiwa, aset YKP.

“Jadi, kami sudah berkali-kali membantu Pemkot Surabaya dalam mengembalikan aset, kali ini aset yang terletak di Karang Pilang. Aset ini sudah dikuasai PT Platinum sejak tahun 1993, sehingga sampai saat ini sudah sekitar 27 tahun dikuasai oleh pihak ketiga,” kata Kajati Jatim, Selasa (21/07/2020).

Risma begitu bersyukur setelah kembalinya aset yang merupakan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD). Dia mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas nama pemerintah dan warga Kota Surabaya kepada Kajati Jatim, seluruh tim Aspidsus, dan seluruh jajaran kejaksaan di Kejati Jatim. Sebab, bantuan penyelamatan aset ini sudah yang kesekian kalinya dibantu oleh Kejati Jatim.

“Saya pikir ini bukan hanya pemkot yang berterimakasih, tapi juga warga Surabaya yang berhutang budi karena sudah dibantu untuk pengembalian aset yang merupakan kekayaan daerah, sekali lagi kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya,” kata Wali Kota Perempuan Pertama Surabaya ini.

Selain itu Risma juga mengucapkan terimakasih kepada PT Platinum Ceramic yang telah secara suka rela menyerahkan aset tersebut. Menurutnya, ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi PT Platinum Ceramic. Risma berharap agar mereka yakin bahwa Pemkot Surabaya akan menjaga amanah ini dengan baik.

“Yakinlah bahwa kami akan menjaga amanah yang diberikan ini, saya mencoba memanfaatkan aset-aset ini semaksimal mungkin untuk pemasukan kami,” tegasnya.

Dia juga memastikan bahwa sampai saat ini masih ada beberapa aset pemkot yang harus dikembalikan, seperti Taman Remaja dan aset di Kebraon. Ia berkomitmen untuk terus mengembalikan aset ini karena ini memang aset negara dan kekayaan negara. “Sekali lagi kami sampaikan terimakasih,” pungkasnya.@budi