LENSAINDONESIA.COM: Teddy, warga Sedayu Kabupaten Gresik mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) oknum petugas Unit Lantas Polsek Tandes Surabaya sebesar Rp 1,2 juta rupiah dengan dalih biaya parkir.

Pungli itu bermula ketika pada 3 Juli 2020 lalu, Teddy ditilang oleh polisi saat mengedarai mobil Toyota Kijang N 1516 YD di kawasan Bundaran Margomulyo.

Teddy pun mengakui, dirinya ditilang karena bersalah mengemudikan mobil tanpa memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), bahkan pajak kendaraannya pun matai (massa berlaku habis).

Karena itu, anggota Unit Lantas Polsek Tandes Aiptu Ilham selaku pembantu penyidik, melakukan tindakan tilang karena pengemudi telah melanggar Pasal 281

.”Memang saya tidak punya SIM, dan pajak kendaraan mati. Sehingga saya ditilang dan mobil ditahan,” ungkap Teddy saat ditemui, Rabu (22/07/2020).

Beberapa hari setelah ditilang, kasus pelanggaran lalu lintas ini pun diproses secara hukum dan Teddy berhak mengambil STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) miliknya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya setelah membayar denda.

Usai ‘menebus’ STNK-nya di Kejari Surabaya, dengan membawa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Teddy lantas mengambil mobilnya yang ditahan Unit Lantas Polsek Tandes. Bukanya langsung diberikan, di Mapolsek, Teddy justru dimintai uang tebusan sebesar Rp 1,2 juta oleh Kanit Lantas Polsek Tandes.

Karena jumlah uang yang diminta terlalu besar, Teddy pun merasa keberatan. Ironisnya, ketika itu BPKB dan STNK milik Teddy malah diminta dan ditahan oleh pihak Unit Lantas Polsek Tandes.

“Saya juga kaget dimintainya kok besar sekali, tapi tidak dijelaskan untuk biaya apa. Bahkan STNK dan BPKB mobil malah ditahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Tandes AKP Didi Sulistyo saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa uang sebesar itu sebagai biaya parkir selama mobilnya ditahan.

“Iya kami bukan mengada-ada. Itu untuk biaya parkir selama di sini. Kita sudah paham mas, sama-sama orang lapangan,” ucap perwira yang pernah melakukan pemukulan terhadap juru Parkir disamping PN Surabaya tersebut.@rofik