LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) berhasil mengolah sampah menjadi bahan bakar.

Kali ini sampah perkotaan di Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif untuk pembuatan semen di pabrik SBI di Cilacap.

Direktur Produksi SIG, Benny Wendry mengatakan, pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini menjadi solusi untuk pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan masyarakat agar lebih baik.

“Refuse-Derived Fuel (RDF) merupakan hasil dari sampah domestik yang diolah dengan metode biodrying untuk menjadi energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3 persen Substitusi Energi Panas (Thermal Substitution Rate/TSR),” tutur Benny, dalam keterangan resminya, Rabu (22/07/2020).

Menurutnya, penambahan sampah ada setiap hari dan menjadi masalah besar di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Cilacap.

Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan inovasi perusahaan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“SIG ingin memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah domestik agar berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, peresmian operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) dilakukan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yassin Maimoen, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Produksi SIG, Benny Wendry dan Direktur Utama SBI, Aulia Mulki Oemar.

Saat itu Menteri Luhut menyampaikan penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia dan diharapkan pilot proyek ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik.

“Harus ada terobosan untuk pengelolaan sampah agar bisa mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah dimana hingga kini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial. Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ucap Luhut.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap (dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup) bekerja sama Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta SBI yang ditunjuk sebagai operator, mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, dan offtaker produk RDF.

Fasilitas pengelolaan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) menjadi RDF ada di TPA Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, dibangun di atas lahan seluas 1 hektare dan mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari dan menghasilkan 60 ton RDF per harinya. 60 ton RDF per hari mampu menggantikan 40 ton batu bara per hari.@Rel-Licom