LENSAINDONESIA.COM: Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi mempersilahkan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur melapor kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait temuan data dukungan calon wali kota dan calon wakil wali kota jalur independen M. Yasin dan Gunawan yang dinilai bermasalah.

“Kita ini di ruang publik. Jadi kalau ada yang merasa dirugikan monggo (silahkan,red) kalau misal harus mengadukan kerja kami ke pihak yang berwenang,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/07/2020).

Nur Syamsi mengatakan, pihaknya tidak tahu dari mana KIPP mendapatkan 8.157 data dukunga paslon independen yang disebut bermasalah itu. Pihaknya belum menerima data temuan KIPP tersebut. “Belum disampaikan ke kami,” ungkapnya.

Menurutnya. KPU Surabaya telah melakukan proses verifikasi administrasi terhadap dukungan paslon independen sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang diatur oleh peraturan KPU.

“Semua tahapan verifikasi administrasi yang kami lakukan terhadap dukungan Bapaslon sudah sesuai dengan Peraturan KPU,” ujarnya.

Sedangkan terkait Surat yang sempat dinyatakan hilang oleh bagian kesekertariatan KPU Surabaya, Nur Syamsi menyatakan bahwa surat dari KIPP itu sudah dia terima dan akan dibahas hari ini Kamis (23/07). Karena terkait data kependudukan yang memiliki aturan yang berbeda dengan Peraturan KPU.

“Surat sudah kami terima dan akan kami bahas hari ini, karena yang diminta terkait data kependudukan,” ungkap Nur Syamsi. “Jadi tidak serta merta data kependudukan yang ada di kami tidak bisa secara serta merta digunakan semau kami jadi harus diatur sebagaimana mestinya,” lanjutnya.@budi