LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab meresmikan Wisata Tangguh Semeru di Bale Tani Kecamatan Bareng, Kamis (23/07/2020).

Dengan demikian tempat wisata ini dinyatakan dapat dibuka secara umum bagi pengunjung dengan protokol kesehatan.

Dalam meresmikan Kampung Tangguh yang ditandai dengan pemotongan pita ini, Bupati didampingi Wakil Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Kasdim Jombang, Asisten 2, Staf Ahli Bupati dan juga beberapa OPD.

Mundjidah menyampaikan, ini merupakan permulaan atau awalan peresmian tempat wisata di Kabupaten Jombang. Dengan adanya peresmian wisata tangguh yang sudah sesuai dengan standar dan telah menerapkan protokol kesehatan ini bisa menjadi percontohan bagi tempat wisata lainnya di Kabupaten Jombang.

“Jumlah anggota pada Asosiasi Wisata di Kabupaten Jombang yakni sebanya 70 anggota yang terdiri dari tempat wisata dan juga rumah makan. Dengan diresmikannya Bale Tani sebagai Wisata Tangguh Semeru akan segera dijandikan contoh bagi tempat wisata lainnya yang ada di Kabupaten Jombang,” tuturnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tempat Wisata, M. Yusron menyampaikan, selama ini semua anggota sudah diberikan instruksi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.

Dengan adanya Wisata Tangguh ini, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, mengaku sangat mendukung atas dibukanya wisata tangguh semeru di Bale Tani yang diharapkan bisa menjadi awalan dan contoh bagi tempat wisata lainnya yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Jaga selalu protokol kesehatan, karena di tempat wisata tentu banyak sekali pengunjung yang akan berdatangan. Jadi, mari bersama-sama selalu menerapkan protokol kesehatan demi mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pesan Kapolres Jombang.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menambahkan, bahwa tempat wisata, rumah makan diperbolehkan tetap berjualan. Namun demikian, sesuai dengan ketentuan aturan protokol kesehatan Pencegahan COVID-19 dan menjaga jarak atau adanya pembatasan jumlah pengunjung.

“Adanya penyediaan kapasitas tempat bagi pengunjung atau pembeli, harus ada keseimbangan. Jika sebelum pandemi ini jumlah pengunjung atau pembeli 100% harus bisa dijadikan 50%, kalau berjumlah 50% akan terjadi keseimbangan untuk ruang kosong. Dengan demikian akan sesuai dengan protokol kesehatan,” terang Bupati Mundjidah Wahab.

“Bale Tani ini sudah sesuai dengan protokol kesehatan, dari pintu masuk sudah disiapkan cek point untuk cuci tangan dan pengecekan suhu badan dengan thermogun. Bahkan, di Bale Tani ini juga disiapkan ruang kesehatan dengan peralatan kesehatan lengkap sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkasnya.@Obi