LENSAINDONESIA.COM: Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, membekuk 11 pelaku judi online di apartemen Water Palace Tower F unit 1206, di Jl Pakuwon Indah KAV 3-5, Surabaya.

Dalam penggerebekan sindikat judi online tersebut, anggota Subnit VC unit Jatanras mengamankan Billy Prakarsa selaku admin, dengan barang bukti 3 ponsel, 2 ATM BCA, 1 ATM BNI atas nama tersangka, dan rekening BNI.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan, tersangka Billy Prakarsa yang menjadi otak utama sindikat judi online (admin), Indra dan Johan masing-masing sebagai player (pemain).

“Tersangka BP ini membuka banyak akun yang digunakan bermain judi online dengan merekrut 10 orang sebagai player. Di lokasi kami juga menyita barang bukti 2 buku rekening atas nama Johan dan Indra,” terang Iptu Agung.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku ada 8 orang lainnya yang sedang bermain judi online dari dua tempat, yakni Hotel Swiss Bellinn kamar 611 di Jl Manyar dan Hotel Luminor kamar 1206 Jl Jemursari.

“Di kedua hotel tersebut kami amankan 8 orang, mereka adalah player (pemain) yang masuk di beberapa situs untuk bermain judi online,” tambahnya.

Iptu Agung menjelaskan lebih lanjut, dalam menjalankan judi online tersebut, tersangka BP membuat dua tim. Yang di hotel kawasan Manyar diberi nama Tim S01 dan S02 untuk tim di hotel kawasan Jemursari.

“Mereka bekerja dalam dua shift dalam satu tim terdapat 3 orang. Setiap satu anggota menjalankan 20 situs judi online,” paparnya lebih lanjut.

Disinggung omset yang diperoleh, Iptu Agung menegaskan bahwa kelompok ini menggunakann banyak situs hanya untuk mendapat bonus yang dapat mencapai Rp 20 juta setiap minggunya.

“Mereka ini hanya mencari bonus saja. Semisal dalam satu permainan terdapat 8 kursi, disana mereka isi semua. Jadi meski kalah, yang menang juga mereka sendiri,” pungkasnya.

Adapun tersangka yang diamankan dari dua hotel tersebut diantaranya, Suwandi, Gentar kondang sudrajat, Acong Rangga, Achmad Fathoni, Rian, Almeica Ahmad Syuhada, Maurice dan Yosua. petugas juga menyita barang bukti 5 unit Laptop, 11 atm BCA, 16 key BCA, 8 buku BCA, 4 buku BNI, 2 ATM BNI, 7 ponsel, 3 ipad, 7 wifi dan 20 buku rekapan. @rofik