LENSAINDONESIA.COM: Untuk kesian kalinya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk mengingatkan para warganya agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Bahkan, di malam minggu sekalipun, Risma tetap malaksanakan sidak.

Dengan berkeliling di jalan protokol Kota Surabaya untuk menertibkan warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Sidak yang dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB tersebut, dilakukan dengan berkeliling di Jalan Tunjungan, Darmo, Panglima Sudirman, Taman Bungkul, Diponegoro, Ciliwung, Pasar Kembang, Kedungdoro hingga Jalan Blauran Surabaya.

Sambil menaiki mobil dengan pengeras suaranya dia berkeliling sepanjang jalan mengingatkan warganya yang masih bandel bergerombol “Ayo pulang, sudah malam. Nanti tertular, kalau sakit tidak boleh ada yang menjenguk. Tolong dipakai maskernya,” kata Wali Kota Risma dengan menggunakan pengeras suara, Sabtu (25/07/2020) malam.

“Ribuan yang masih dirawat di rumah sakit. Tolong jangan ditambah lagi yang sakit, tolong jangan ditambah lagi,” lanjutnya.

Bahkan, di salah satu warung kopi di Jalan Diponegoro, Wali Kota Pertama Surabaya mendapati puluhan remaja yang sedang asyik main game online. Namun, saat diingatkan dengan menggunakan pengeras suara, rupanya para pemuda itu tak menghiraukan tegurannya dan mereka tetap asyik main. Sontak, Risma pun langsung turun mendatangi mereka dengan didampingi petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) meminta mereka bubar.

“Ayo keluar, keluar. Ya opo rek lek loro iki, (Bagaimana kalau sakit nanti) Ya Allah. Kamu dikurung 14 hari tidak boleh ketemu siapapun kalau sakit. Mana maskermu, sini kamu push up,” ujar Risma kepada seorang pemuda tak bermasker.

Setelah diberi hukuman push up lebih dari 10 kali, pemuda tersebut kemudian diberi masker dan diminta untuk pulang oleh Wali Kota Risma. Sedangkan pemilik warung, kemudian dimintai identitasnya untuk didata. “Ini pakai maskernya terus pulang jangan keluyuran,” ujar Risma sambil memberikan masker.

Tak hanya Risma yang lakukan Sidak, di malam yang sama, razia gabungan juga digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya dengan dibantu Polrestabes Kota Surabaya dan Garnisun.
Bahkan, jajaran di 31 kecamatan juga melakukan razia secara serentak. Mereka melakukan penertiban terkait jam malam yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020.@LI-13