LENSAINDONESIA.COM: Saat jam malam diberlakukan di Surabaya, kawasan jalan kembar Simo Pomahan, mendadak berubah menjadi sirkuit balap sepeda onthel. Minimnya pengawasan, ditambah nyaris tak ada kendaraan yang lewat, membuat wilayah ini selalu ramai mulai pukul 00.00 WIB.

Pantauan Lensa Indonesia di lokasi, Puluhan pemuda berkumpul dekat akses tol tersebut malah menjadikan balap sepeda onthel sebagai ajang judi.

“Beberapa hari ini kan ada jam malam sehingga nyaris tak ada kendaraan lewat. Jadi sekarang ini musim balapan Mas, sehari ini ada tiga, di Demak, Margomulyo sama Simo sini,” ujar Dd, seorang penonton di lokasi, Selasa (27/7/2020) dini hari tadi.

Tampak puluhan pemuda yang berkumpul,  enggan menerapkan physical distancing dan asyik berteriak-teriak saat pertandingan.

Mereka yang terlibat taruhan biasanya beda kubu atau beda asal wilayah. Seorang pemuda setempat ditunjuk sebagai ‘boto’ pemegang uang taruhan dari 2 kubu yang bertanding.

“Tergantung mas, kadang 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Tapi ini keluar Rp 700. Tadi di Margomulyo Rp 2 juta,” tambah Sa, penonton lainnya di sebelah Dd.

Ajang balap sepeda onthel ini rupanya sudah menjadi agenda rutin nyaris tiap malam di kawasan Simo, Margomulyo dan Demak. Mereka baru berkumpul di atas pukul 00.00 WIB untuk menghindari sergapan petugas yang melancarkan operasi jam malam.

“Pokoknya mulai balapan di atas jam 1. Ini yang tarung (bertanding) anak Demak sama anak mana gitu,” pungkas Sa sambil menghisap rokok.

Sayangnya, warga setempat terkesan melakukan pembiaran. Pedagang warung yang masih buka di sekitar arena malah senang karena ada tontonan gratis dan jualannya laku.

Kehadiran puluhan pemuda yang menjadikan kawasan ini sirkuit balap sepeda onthel jelas mengganggu pengendara mobil dan motor yang sesekali lewat. Pasalnya mereka melakukan penutupan jalan dengan membuat barikade menggunakan beberapa motor yang diparkir di tengah jalan. @wendy