LENSAINDONESIA.COM: Proses belajar mengajar di Indonesia dalam masa pandemi corona virus disease 2019 atau COVID-19 hingga saat ini belum berjalan lancar.

Meskipun kementerian yang menangani pendidikan, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan memulai tahun ajaran baru pada bulan Juli ini.

Hal yang sama juga diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan, Kemenhub dalam hal ini Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) juga telah memulai proses belajar mengajar sejak Maret lalu dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Ini berlaku untuk sekolah-sekolah perhubungan se-Indonesia dibawah UPT BPSDMP Kemenhub.

Salah satunya, di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, yang mulai aktif melakukan aktifitas perkuliahan secara langsung di Kampus Poltekbang di Jalan Jemur Andayani I/73 Surabaya per hari ini, Senin (27/07/2020).

Para taruna taruni yang awalnya dipulangkan ke rumah masing-masing karena adanya pandemi COVID-19, kini dipanggil kembali untuk masuk ke asrama Poltekbang.

Menurut Direktur Poltekbang Surabaya Achmad Setiyo Prabowo, proses memanggil kembali taruna taruni masuk ke asrama ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Termasuk memberikan fasilitas rapid test dan mengisolasi para taruna taruni di asrama selama 14 hari sebelum mulai aktifitas perkuliahan di kampus.

“Taruna saat awal dipanggil kembali masuk asrama dengan mengikuti SOP protokol kesehatan yang sangat ketat. Pertama berangkat dari rumah, mereka harus sudah mengantongi surat bebas COVID-19. Selama perjalanan terus menjaga jarak dan pakai masker. Sampai disini (Kampus Poltekbang) kami melakukan rapid tes kembali dan foto thorax,” kata Achmad Setiyo.

Setelah semuanya di cek dan dipastikan aman, pihaknya juga menerapkan model klaster di asrama. Upaya untuk mencegah masifnya penuluran COVID-19.

“Kami terapkan model klaster, jika terjadi (ada yang terpapar COVID-19) tentu mudah-mudahan tidak terjadi, kita akan lebih mudah mengisolirnya. Untuk gelombang satu, mereka datang 11 Juli dan wajib karantina selama 14 hari. Tanggal 25 Juli selesai karantina dan bisa masuk per Senin (27 Juli). Hal sama berlaku untuk gelombang berikutnya,” paparnya.

Dengan menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19 secara runtut dan ketat, upaya Poltekbang ini mendapat apresiasi dari BPSDMP yang meninjau dan mengecek secara langsung di Poltekbang Surabaya pada Sabtu (25/07/2020).

Kepala BPSDMP Kemenhub Sugihardjo menyebut Poltekbang Surabaya telah memenuhi standar protokol kesehatan untuk bisa memulai proses belajar mengajar secara tatap muka.

Pihaknya merasa perlu memulai proses pembelajaran meski hingga saat ini di Indonesia masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Sebab sekolah perhubungan merupakan sekolah vokasi yang perlu menerapkan sistem praktik. Meskipun nantinya akan diatur sistem perkuliahan menjadi online dan offline.

“Sekolah perhubungan di kami BPSDM ini, sekolahnya berbasis vokasi. Sejak Maret kami sudah memulai pembelajaran secara online dimana teori yang mencapai 95 persen tercapai bahkan interaktif para taruna kita luar biasa. Tapi praktiknya tak bisa dilakukan hanya dengan online. Sementara kita pendidikan vokasi bobot praktik lebih tinggi 65 persen. Sehingga itu pilihan yang sulit antara kesehatan dengan target pencapaian akedemis di semester genap. Saat itu saya memutuskan mereka masuk pada bulan Juni secara bertahap dan disesuaikan kondisi masing-masing daerah,” ungkap pejabat yang baru dilantik jadi Kepala BPSDMP per 28 Januari 2020 ini.

Sugihardjo melanjutkan khusus untuk sejumlah daerah yang masih menjadi zona merah seperti Surabaya, baru masuk pada pertengahan Juli 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya sebagai Kepala BPSDMP akhirnya bisa tidur agak nyenyak, karena ternyata protokol kesehatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah seperti Poltekbang ini dilakukan dengan ketat,” ujarnya sambil tersenyum.

Pihaknya juga mewanti-wanti agar protokol kesehatan utamanya jaga jarak saat makan di ruang makan terus diberlakukan. Termasuk untuk makanan tidak diberikan dengan sistem prasmanan, tapi diganti dengan makanan box (nasi koyak). Selain itu, semua taruna taruni yang sudah dikarantina di kampus tidak boleh diberikan izin pesiar dan bermalam keluar kampus.

“Kalau sekali mereka izin pesiar atau bermalam keluar dari asrama, maka akan repot. Kita harus mengulangi lagi SOP saat masuk, dari nol lagi. Dan kalau SOP itu tidak dilakukan, akan berbahaya. Ini yang kita jaga. Saya enggak mau kayak kejadian di TNI-AD Bandung, itu karena izin pesiar. Akhirnya (yang terpapar COVID-19) sampai 1.200 orang,” imbuhnya.

Sugihardjo juga berpesan kepada para taruna membiasakan diri beraktifitas dengan adaptasi baru sesuai dengan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

“Mari kita bersama-sama menjalankan protokol kesehatan ini jangan dijadikan aturan, tapi jadikan sebagai kebiasaan baru,” tandasnya.

Selain meninjau peerapan protokol kesehatan di Poltekbang, Kabadan Sugihardjo juga mengecek Kantin Kejujuran yang ada di Poltekbang Surabaya. Kantin Kejujuran tersebar di 5 titik yang ada di area asrama taruna taruni.

Kantin Kejujuran ini merupakan gagasan Kabadan yang baru tersebut. Diterapkan di sekolah-sekolah perhubungan dibawah UPT BPSDMP. Tujuan didirikan kantin ini untuk mendidik integritas taruna taruni sejak dini.

Terkait modal pendirian di 5 Kantin Kejujuran milik Poltekbang Surabaya bekerjasama dengan Koperasi Avia Sejahtera. Terdiri dari etalase berisi snack, minuman, alat tulis dan kebutuhan lainnya. Dilengkapi dengan kaleng uang serta buku catatan keluar masuk uang. Setiap taruna yang mengambil barang di Kantin Kejujuran wajib mengisi buku catatan dan memasukkan uang di dalam kaleng.

“Kantin Kejujuran ini penting untuk melatih kejujuran taruna taruni kita. Ini pembelajaran yang harus dimulai dari hal terkecil,” tutup Sugihardjo.@sarifa