LENSAINDONESIA.COM: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam yang hendak berqurban pada Idul Adha 1441 H untuk menyembelih hewan qurban sebaiknya melalui rumah potong hewan atau RPH di masa pandemi Covid-19.

Drmikian disampaikan oleh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh pada jumpa pers Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Selasa (28/7).

“Bila tidak bisa menyembelih melalui rumah potong hewan, karena masalah kapasitas, penyembelihan bisa dilakukan di tempat lain, tetapi tetap harus menjalankan protokol kesehatan,” ujar Niam.

Dia menjelaskan, disunahkan bagi orang yang berwurban untuk menyembelih hewan qurban sendiri. Namun, karena satu alasan dan lain hal, seperti tidak memiliki keahlian untuk menyembelih sendiri, maka penyembelihan bisa dilakukan orang lain, termasuk melalui rumah potong hewan yang terjamin keahliannya.

Selain itu, lanjur Niam, penyembelihan hewan qurban saat Idul Adha, memiliki nilai ibadah, biasanya juga menjadi hiburan bagi masyarakat. Banyak anak yang datang untuk melihat dan membantupenyembelihan qurban.

“Karena masih ada pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali, lebih baik hindari kerumunan saat penyembelihan hewan qurban. Hanya yang memiliki keahlian dan kebutuhan langsung saja yang hadir,” terangnya.

Di sisi lain, terkait pendistribusian daging qurban, MUI mengimbau agar panitia mencegah kerumunan dengan tidak membiarkan masyarakat penerima daging untuk datang mengantre.

“Lebih baik panitia yang bergerak mendatangi mustahik. Jangan ada masyarakat yang mengantre,” jelasnya.

Niam berharap, ibadah qurban pada Idul Adha 1441 H di tengah pandemi saat ini tetap membawa hikmah dan kebajikan dengan meningkatkan imunitas masyarakat.

“Semoga dengan pemenuhan gizi melalui daging qurban, imunitas masyarakat dapat meningkat sehingga tidak mudah tertular COVID-19,” pungkasnya.@licom