LENSAINDONESIA.COM: Sidang perdana terhadap Achmad Taufik (35) warga Jl Karang Menur II, terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan I jenis tanaman (Ganja), Selasa (28/7/2020) digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda Dakwaan.

Ketua Majelis Hakim, Fajar, dalam sidang tersebut bertindak tak lazim dengan ogah memberi kesempatan Jaksa Penuntut umum (JPU) Noval Arianto dari Kejati Jatim membacakan dakwaan. “Silakan saksi (Polisi) maju untuk memberikan keterangan,”  pintanya.

JPU Noval Arianto sempat berusaha menyikapi dengan mengatakan bahwa agenda sidang pembacaan dakwaan. Namun Hakim Fajar tetap menolak. ” Tidak usah (dibacakan), langsung keterangan saksi saja,” perintahnya.

Saksi Dandi Anggota Ditreskoba Polda Jatim dalam keterangannya menyatakan, bahwa pihaknya yang mendapat informasi adanya penyalahgunaan narkotika, Kamis (5/3/2020) melakukan penggerebekan di rumah terdakwa.

“Saat dilakukan penggerebekan, kami dapatkan barang bukti ganja 0,58 gram yang disimpan dalam bungkus rokok,” terang saksi Dandi.

Saksi menjelaskan lebih lanjut, selain mengamankan barang bukti ganja, pihaknya juga menyita alat hisap sabu,” Disana kami juga menemukan seperangkat alat hisap, tapi tidak ada sabunya,” pungkasnya.

Sementara terdakwa Achmad Taufik membenarkan bahwa ganja yang dijadikan alat bukti adalah miliknya, yang dibelinya dari Obi (DPO) dua tahun lalu.” Itu memang saya konsumsi sendiri Yang amulia. Barang didapat dari Obi, dua tahun lalu,” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya terdakwa didakwa dengan pasal 111 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam pidana minimal 4 tahun penjara.@rofik