LENSAINDONESIA.COM: Cek Fakta: Beredar di media sosial adanya struk pembayaran tol terdapat tambahan denda tilang jika melanggar batas kecepatan.

Kabar tersebut sempat berhembus di area ruas jalan tol dari Jombang menuju Mojokerto berikut arus baliknya.

Foto struk yang beredar bahwa pengguna jalan tol membayar tarif tol sebesar Rp17.500 berijut beban denda tilang atas pelanggaran batas kecepatan di atas 100 km per jam dikenakan Rp71.500 dengan tulisan balance.

Jika ditelusuri, arti kata balance pada struk tol tersebut, bermaksud sisa uang yang ada dalam kartu e-toll bukan total pembayaran yang harus dibayarkan oleh pelanggar.

Udhi Dwi Saputro Ka Dept Operasi Astra Tol Jombang-Mojokerto mengungkapkan, kabar tersebut hoaks alias tidak sesuai fakta sebenarnya.

“Sudah jelas informasi tersebut hoaks, dari penggunaan makna balance sensdiri merupakan sisa saldo kartu e-toll, bukan pembayaran tilang,” terang Udhi saat dikonfirmasi, Rabu (29/01/2020).

Batas kecepatan pada struk sebagai improvement

Menurut Udhi, kecepatan rata-rata yang ada pada struk pembayaran tol tersebut adalah bentuk improvement Astra Tol Jomo (Jombang-Mojokerto) guna menekan angka kecelakaan yang disebabkan over speed.

“Pada dasarnya, perhitungan kecepatan rata-rata itu ada metode pengurkuran tersendiri, yakni dari gerbang ke gerbang,” tegasnya.

Kecepatan rata-rata merupakan hasil perhitungan dari jarak dan waktu yang ditempuh.

“Setidaknya penyertaan kecepatan rata-rata pada struk tersebut ini jadi imbauan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Kendati ada yang memahami balance itu bentuk tilang, padahal bukan. Dan yang berhak menilang itu hanya pihak kepolisian atau PJR yang kerap melintasi jalan bebas hambatan ini,” tutup Udhi.@L6,Eld-Licom