LENSAINDONESIA.COM: Dalam rangka menyamakan persepsi menyikapi covid-19, Polda Jawa Timur menggelar silaturahmi dengan Nadhatul Ulama (NU) di lobby Gedung Patuh, Mapolda Jatim Jl Ahmad Yani, Surabaya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran melalui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya mendatangkan 30 ulama NU sebagai perwakilan dan 390 ulama lainnya mengikuti silaturahmi melalui virtual.

“Di masa pandemi covid-19 ini kita bisa menggunakan dialog dan silaturahmi secara virtual,” kata Kombes Truno, Rabu (29/7/2020).

Pada pertemuan itu dibahas kejadian yang tengah santer di masyarakat, salah satunya kasus pengambilan jenazah positif covid-19 secara paksa.

“Polda Jatim berkolaborasi untuk memberikan suatu persamaan persepsi bagaimana protokol kesehatan merupakan kedisiplinan yang harus dijaga,” sambungnya.

Kombes Truno menyebutkan, pemulasaraan jenazah positif covid-19 sudah diatur Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Pemulasaran jenazah covid-19 sudah ada aturan dan prosedurnya. MUI sudah menyampaikan ada beberapa syarat syariah itu bisa dilakukan di masa pandemi, dan kita harus menjaga kesehatan,” pungkasnya. @wendy