LENSAINDONESIA.COM: Para pelaku UMKM Kota Bekasi optimistis mampu membuktikan dapat berdikari di masa pandemi Covid-19.

Para pelaku UMKM itu semakin mengeliat pasca hadirnya Komunitas Perhimpunan Penggerak Indonesia Sejahtera (Pepes) Kota Bekasi yang resmi dikukuhkan Ketua Pepes Jawa Barat, Bagoes Akbar, pekan lalu.

Ketua Pekot Bekasi terpilih Sofiyah Prilestari berharap Pepes Kota Bekasi yang baru dikukuhkan mampu mewujudkan visi dan misi, yakni menggerak ekonomi rakyat melalui pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kualitas dan kuantitas neraca rumah tangga.

“Juga membantu mengembangkan potensi masyarakat. Sehingga, menjadi masyarakat yang berdikari dengan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan pihak swasta,” ungkap Sofi, panggilan akrabnya.

Ketua Pepes Kota Bekasi ini mengajak masyarakat Kota Bekasi yang memiliki usaha di berbagai bidang UMKM untuk bergabung, sekaligus demi terbukanya lapangan kerja. Misal, UMKM kuliner, kerajinan, pariwisata dan hiburan, herbal, kosmetik dan fashion serta bidang jasa.

“Selain pemberdayaan UMKM, kami juga mengajak warga Kota Bekasi yang belum memiliki usaha, namun ingin menambah pendapatan ekonomi keluarga. Kami ajak untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan yang akan menjadi program kami ke depan,” janjinya.

Ketua Pepes Jabar, Bagoes Akbar sangat mengapresiasi terbentuknya kembali pengurus atau pamong Pepes Kota Bekasi yang sebelumnya dibekukan oleh Pimpinan Pepes Pusat.

Bagoes Akbar mengatakan ada empat pilar program Pepes Jabar yang akan diprioritaskan, yakni program Ekonomi, Pendidikan, Sosial dan Kesehatan.

“Salah satunya bidang ekonomi kita akan berfokus pada peningkatan UMKM dari segi packaging, produksi dan penjualan,” ucap Bagoes terkait dirinya mengukuhkan pengurus Pepes Kota Bekasi di Room Meeting RM. Trio Permai, di Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi.

Selain UMKM, Pepes Jabar juga berfokus pada eksploitasi dan identifikasi hasil bumi lokal yang dimiliki masing-masing daerah untuk diangkat menjadi potensial income bagi para pengurus dan anggota Pepes.

Ketua Pepes Jabar ini berharao para pengurus Pekot (Pepes Kota) Bekasi dapat bersinergi dengan pemerintah setempat dan terus berpartisipasi secara maksimal terhadap pengembangan ekonomi yang ada di wilayah.

Latar belakang terbentuknya Pepes sebagai Perhimpunan Penggerak Indonesia Sejahtera yang berbasis UMKM, kata Bagoes Akbar, dilahirkan pasca dinamika tahun politik Pilpres 2019. Komunitas Pepes yang anggotanya didominasi emak emak dikenal sebagai relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dengan julukan “The Power Of Emak – Emak”.

Seiring perjalanan waktu dan usainya pesta demokrasi tersebut, lanjut Bagoes para relawan Pepes ternyata masih kompak dan solid menjalin komunikasi dan silaturahmi.

“Karena masih banyaknya dukungan dan kekompakan, para pengurus dan anggota Pepes berinisiatif mengubah visi dan misi dari politik menjadi ekonomi kerakyatan dan bercita – cita membangun Indonesia Sejahtera,” pungkasnya. @sofie