LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup sementara Gedung Sate yang menjadi pusat kantor pemerintahan.

Penutupan ini diduga karena 40 pegawai yang positif terpapar virus COVID-19.

Penutupan dilakukan setidaknya hingga 14 hari ke depan, yaitu sampai 14 Agustus 2020.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmadja mengatakan penutupan itu penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dia menyebut, sebenarnya pembatasan aktivitas di Gedung Sate ini sudah dilakukan sejak tiga hari lalu.

Pihaknya sudah memberlakukan kerja dari rumah kepada sebagian aparatur sipil negara itu.

“Jadi bukan hari ini saja, tiga hari ini kita WFH (work from home),” ujarnya.

Selama penutupan ini, tambah Setiawan, pihaknya akan melakukan sterilisasi seperti dengan penyemprotan disinfektan. “Kita disinfeksi, di setiap ruangan,” tegasnya.

DItanya siapa saja yang dinyatakan positif? dia mengakui bahwa semuanya merupakan pegawai di lingkungan pemerintahannya. Dari jumlah tersebut, 17 di antaranya berstatus PNS, sedangkan lainnya masih tenaga kontrak, yaitu di bagian pengamanan dan kebersihan.

Menurut Setiawan, hampir semua yang positif COVID-19 tidak menunjukkan gejala apa pun mengingat usia yang masih produktif. “Dari 40 itu, 40% usia 31-40 tahun, 30% usia 20-30. Sisanya di atas 50 dan di bawah 19,” pungkasnya.@LI-13