LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya melakukan pemantauan terhadap pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-18 ataupun hanya menjalani rawat jalan. Pemantauan akan dilakukan oleh petugas Puskesmas.

Karena itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mendorong pihak rumah sakit agar terus aktif dalam melaporkan setiap pasien yang telah pulang melalui sistem aplikasi milik Pemkot Surabaya yang telah tersedia.

Melalui laporan di aplikasi tersebut, Puskesmas selanjutnya melakukan pemantauan terhadap pasien yang rawat jalan ataupun yang telah dipulangkan.

“Di situ (aplikasi,red) mereka bisa membaca pasien-pasien yang dipulangkan rumah sakit. Kalau pasien itu sudah dipulangkan rumah sakit, maka dia menjadi tanggung jawab Puskesmas, mereka di-cek apakah sudah dapat obat, terus bagaimana saturasi oksigennya,” katanya., Kamis (30/07/2020).

Bagi pasien yang telah dipulangkan dari Rumah Sakit, Dinkes Surabaya juga memberikan alat berupa pulse oximeter atau alat untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah.
Pasien yang telah pulang dari RS diajari untuk bisa melihat saturasi masing-masing dan kemudian melaporkan kepada puskesmas.

Apabila saturasinya naik di atas 96 berarti aman. Sedangkan yang saturasinya tetap di bawah 96 maka Puskesmas akan turun tangan. Jumlah alat yang telah dibagikan sebanyak 400 alat saturasi.

“Kalau saturasinya tidak naik, Puskesmas akan cepat turun. Ada 400 alat saturasi yang sudah kami bagikan, sesuai dengan kebutuhan yang urgen, dan mereka diajari menggunakan. Itu dari sisi promotif preventif,” ujar Febria.@budi