LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus kepada masyarat yang rentan tertular COVID-19, yaitu warga dengan komorbid, ibu hamil, serta lansia.

Hal ini menyusul tingginya angka kematian dari masyarakat yang rentan terkena COVID-19 khususnya masyarakat dengan Komorbid.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya per tanggal 28 Juli 2020, persentase jumlah kematian akibat komorbid capai 90% dari data keseluruhan pasien meninggal.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya pemkot melakukan pemantauan ketat bagi mereka yang terbilang rentan tertular virus.
Salah satu caranya yaitu dengan mendata pasien yang rentan tersebut.

“Upaya kami adalah mendata pasien-pasien rentan dan komorbid. Artinya rentan adalah mulai dari lansia, ibu hamil ditambah dengan pasien komorbid,” kata Feny, sapaan Febria Rachmanita, Kamis (30/07/2020).

Febria juga menyarankan kepada warga yang memiliki komorbid agar tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk membeli obat. Selain itu Pemkot juga akan memantau secara ketat melalui Puskesmas warga dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi (HT), komplikasi DM dan HT, asma, hingga jantung.

“Nah, itu kita data mereka dan menjadi tanggung jawab Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa menyiapkan obat-obat pasien komorbid,” kata dia.

Sedangkan bagi ibu hamil, mereka akan dipantau dan didampingi oleh tiap-tiap bidan kelurahan (Bikel). Bahkan, sejak minggu pertama kehamilan hingga melahirkan, ibu hamil di Surabaya menjadi tanggung jawab masing-masing Bikel.

“Selain memeriksakan kehamilannya, pada minggu ke 37 ibu hamil itu kita juga melakukan swab, setelah itu menentukan rumah sakit mana yang akan menjadi tempat rujukan oleh Puskesmas,” ungkap dia.

Jika hasil swab ibu hamil itu dinyatakan confirm COVID-19, selanjutnya dia dirujuk ke rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Sementara jika hasil swab negatif, dia kemudian dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak.@budi