LENSAINDONESIA.COM: Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah segera tiba. Namun, pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah melalui Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau, agar masyarakat Muslim di Indonesia yang merayakan Idul Adha 1441 Hijriyah sementara tidak melakukan mudik ke kampung halaman.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan lima daerah tujuan mudik ternyata masih menjadi wilayah tingginya penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19), di antaranya DKI Jakarta.

Wiku memohon orang-orang menghindari rencana mudik dalam rangka akan menjalankan perayaan Idul Adha 1441 H.

“Apabila tidak terlalu perlu maka tidak usah mudik, karena penyumbang daerah terbesar adalah tujuan dan asal mudik,” imbau Wiku saat berbicara di konferensi virtual akun Youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (30/7).

Berdasarkan data yang telah dihimpun, lima provinsi penyumbang kasus positif Covid-19 terbesar per 29 Juli 2020 kemarin adalah DKI Jakarta 577 kasus, Jawa Timur 359, Jawa Tengah 313, Sumatra Utara 241, dan Sulawesi Selatan 128.

Lima daerah atau provinsi tersebut, merupakan daerah-daerah tujuan mudik. “Jadi perlu menjadi perhatian saudara-saudara sekalian,” terangnya.

Sementara, Wiku mnengatakan, data kasus Covid-19 dapat diakses di laman www.covid19.go.id, khususnya dalam rangka menyambut perayaan Idul Adha besok. Masyarakat dapat mengakses situs tersebut untuk mengecek kondisi daerahnya masing-masing sesuai dengan zonasi risiko peningkatan kasusnya.

“Kemudian ini menjadi bahan informasi dalam rangka perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjalankan protokol kesehatan, terutama dalam perayaan Idul Adha,” pungkasnya.@licom