LENSAINDONESIA.COM: Pada masa Pademi Covid-19, Polrestabes Surabaya dan MUI sepakat tidak melarang ibadah sholat Idul Adha di masjid dan lapangan terbuka. Namun protokol kesehatan tetap harus diutamakan karena Surabaya masih belum zona hijau.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, dalam pelaksanaan sholat Idul Adha besok, pihaknya mengimbau agar masyarakat mempersiapkan alat kesehatan sendiri seperti masker dan sajadah serta menjaga jarak sesuai ketentuan.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan sholat Idul Adha. Tetap harus jaga jarak sesuai ketentuan dan menggunakan masker. Jangan lupa untuk jemaah agar membawa sajadah sendiri,” terang Kombes Jhonny Edison Isir, Kamis (30/7/2020).

Mantan Ajudan Presiden Jokowi ini meminta agar masyarakat tetap memperhatikan agar tidak melakukan kontak fisik secara langsung, guna memutus rantai penyebaran covid-19.

“Kami berharap, tanpa mengurangi rasa hormat kepada umat muslim, agar tidak melakukan kontak fisik secara langsung (bersalaman). Ini sebagai antisipasi dan memutus rantai penyebaran virus pdemi Covidd-19,” sambungnya usai menyerahkan puluhan hewan kurban di Mapolrestabes.

Terkait tradisi takbir keliling, peraih Bintang Adhi Makayasa Akpol 1996 tersebut tetap melarang dan akan menghentikan masyarakat yang melakukan. “Jika masih ada yang takbir keliling, kami akan hentikan dan diimbau untuk kembali,” pungkasnya.

Hal senada juga diutarakan Ketua MUI Surabaya, KH Mukit Murtadho. Pihaknya juga mendukung kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan sholat Ied di masjid. Namun pelaksanaannya tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah pelaksanaan sholat bisa dilakukan di masjid, lapangan dan sebagainya juga di rumah yang tempatnya luas, asal jangan lupa protokol kesehatan dan tetap jaga jarak,” tandasnya. @rofik