LENSAINDONESIA.COM: Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo (JWW) meninjau lokasi ambruknya jembatan Waikaka yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, Selasa 28 Juli 2020 kemarin.

Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat M.Yasin Payapo mengaku, pemerintah dan masyarakat di Pulau Seram sangat berterima kasih dengan kunjungan Wamen PUPR, kunjungan ini sangat berarti bagi mereka. Apalagi saat jembatan Waikaka ambruk, mobilitas logistik menuju Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur terganggu.

“Untuk sampai di Maluku Tengah butuh 14 jam karena mereka mutar. Tapi kalau jembatan ini berfungsi seperti biasanya, hanya butuh waktu 2 jam saja sampai di Masohi (ibu kota Kabupaten Maluku Tengah),” jelas Bupati.

Wamen John Wempi Wetipo mengatakan, saat ambruknya jembatan, pihaknya ingin segera berkunjung untuk melihat kondisi langsung, akan tetapi terkendala pandemi Covid-19 sehingga pihaknya baru tiba saat ini.

“Kami mohon maaf atas situasi ini, dan sekarang kita sudah di lokasi melihat secara langsung kondisinya,” ujar Wamen kepada wartawan.

Menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan Waikaka, namun terkendala cuaca sehingga pekerjaan belum bisa dilakukan sekarang.

“Sudah ada anggaran untuk dikerjakan. Tapi kondisi alam sulit diprediksi. Sekarang saja curah hujan masih tinggi, banjir masih ada, air juga belum surut. Jadi ini tergantung cuaca, kalau sudah reda, pasti akan dikerjakan secepatnya,” jelas Wamen.

Kondisi air yang tinggi juga menjadi penghalang untuk pihak balai memperbaiki jembatan darurat yang sekarang dipakai masyarakat.

“Mudah-mudahan, air cepat surut, sehingga jembatan darurat ini bisa segera diperbaiki dulu, supaya bisa digunakan masyarakat yang ada di Pulau Seram,” harap Wamen PUPR John Wempi Wetipo.

Kepala Balai Jalan dan Jembatan Maluku Maluku Utara Gunadi Antariksa mengatakan, proyek jembatan Waikaka yang roboh mestinya sudah selesai tahun ini, akan tetapi ada berbagai faktor sehingga pekerjaannya belum bisa dilakukan sekarang.

“Sudah kontrak. Kita sudah tinggal kerja, tapi dengan kondisi cuaca, tidak bisa dikerjakan,” paparnya.

Meski demikian, dihadapan Wamen PUPR dan Bupati SBB Yasin Payapo, Gunadi Antariksa bertekad tahun depan jembatan Waikaka sudah bisa berfungsi lagi. Sebab jika semakin lama, maka jembatan darurat yang disiapkan tidak akan bertahan lama.

Menurut Gunadi Antariksa, sesuai kontrak anggaran yang disiapkan PUPR sebanyak Rp32 miliar lebih. Nilai tersebut sudah termasuk untuk penanganan jalan. Sementara untuk konsep jembatan, akan menggunakan tehnik rangka, metode ini selain jembatannya kokoh dan tahan lama juga sangat efektip dalam pekerjannya.

“Jembatan yang lama ini akan kita robohkan semuanya, kita akan bangun jembatan panjang yang baru bentang 80 dengan rangka, ini selain kuat juga pembangunannya sangat cepat,sehingga dapat difungsikan segera,” ujarnya.@licom