LENSAINDONESIA.COM: Pandemi virus Corona di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) masih mengkhawatirkan. Kasus positif COVID-19 dan angka kematian di Bulan Juli 2020 ini justru mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Pada Juni 2020 lalu, di Surabaya tercatat 3.116 orang positif COVID-19, 2.158 pasien sembuh dan 322 orang meninggal dunia dalam sebulan.

Berdasarkan rekapitulasi dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di covid19.go.id, hingga 31 Juli 2020, tercatat 8.691 orang di Surabaya positif COVID-19. Dari Jumlah itu sebanyak 5.244 pasien dinyatakan sembuh dan 771 pasien meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan Bulan Juni, maka selama Juli 2020 di Surabaya terdapat sebanyak 5.575 pasien positif, 3.086 pasien sembuh dan 449 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, dr Dodo Anondo menyebut, sebagian besar pasien COVID-19 tersebut meninggal akibat adanya komorbid atau penyakit penyerta.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Surabaya per tanggal 28 Juli 2020, 90% pasien COVID-19, 90% pasien COVID-19 yang meninggal disertai komorbid. Dari 754 pasien yang meninggal, 714 diantaranya disertai komorbid.

Menurut dr Dodo Anondo, berdasarkan data yang diterimanya dari para direktur rumah sakit, komorbid yang paling menyertai pasien yang meninggal akibat COVID-19 diantaranya adalah karena kegemukan atau obesitas, diabetes militus, dan hipertensi.

“Yang jelas 90 persen disertai komorbid. Terutama karena kegemukan atau obesitas, diabetes mellitus, dan hipertensi itu yang paling banyak,” kata dr Dodo, Kamis (30/07/2020) lalu.@LI-13