LENSAINDONESIA.COM: Ratusan karyawan hiburan malam, purel dan pekerja seni menggelar aksi demo pencabutan atau revisi Perwali No 33 tahun 2020 di depan kantor Walikota Surabaya Jl Sedap Malam, Senin (3/7/2020). Mereka meminta Perwali dicabut agar tempatnya bekerja segera diizinkan beroperasi lagi.

Para pendemo melampiaskan kekesalan dengan menyebut Walikota Tri Rismaharini telah melakukan pembohongan.

Seorang pekerja hiburan yang enggan menyebut identitasnya menyatakan, selama tempat kerjanya ditutup karena PSBB akibat pandemi Covid-19, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah dan Walikota Tri Rismaharini.

“Dulu Bu Risma bilang ada sekitar 7 ribu lebih masyarakat dari luar dan bekerja di Surabaya harus dipikirkan juga diberi bantuan, tapi faktanya sampai sekarang belum ada. Videonya ada di Youtube loh,” ujarnya.

Sejak diberlakukannya PSBB sampai sekarang, mereka mengaku tidak mendapat pemasukan sementara kebutuhan hidup terus berjalan. “Selama ini kami tidak mendapat penghasilan. Tapi bantuan dari pemerintah juga tidak ada,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ayumi, bahwa selama Pademi Covid-19 dan diberlakukannya PSBB, tidak ada pemasukan dan meminta Pemkot Surabaya agar mencabut Perwali no 33 tahun 2020.

“Selama ini kami menganggur karena tempat kerja ditutup oleh kebijakan pemerintah. Tidak ada pemasukan, sementara kebutuhan hidup harus tetap berjalan,” terangnya. @rofik