LENSAINDONESIA.COM: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terus berupaya menggenjot potensi investasi guna menarik inverstor baru untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Ibarat main bola kayak Juventus, menyerang dan bertahan. Jadi kita menyerang dan bertahan menyelesaikan yang ada,” ujar Bahlil dalam webinar, Selasa (4/8/2020).

Berdasarkan data yang dimiliki, nilai potensi investasi mangkrak mencapai Rp 708 triliun. Sejak Oktober 2019, BKPM telah menyelesaikan potensi investasi tersebut sebesar Rp 410 triliun.

“Kalau ditanya apakah periode dari bulan Januari sampai bulan Juli ada FDI (foreign direct investment/ penanaman modal asing langsung) baru yang masuk? Ada, tapi tidak maksimal. Harus saya jujur mengatakannya, yang kami maksimalkan adalah ini,” jelas mantan Ketum HIPMI ini.

Investasi pada kuartal II-2020, lanjut Bahlil, telah mengalami penurunan sebesar 8,9% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp191 triliun. Dengan adanya kawasan investasi khsusu di Batang diharapkan bisa menarik minat berivenstasi.

“Era ekonomi sekarang tidak ada cara lain untuk pemerintah agar investasi bisa masuk,” pungkas Bahlil.@licom