LENSAINDONESIA.COM: Pasca menjalani rapid tes, 9 dari 300 pegawai di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dinyatakan reaktif dan harus menjalani karantina mandiri.

Hal tersebut diungkapkan Humas PN Surabaya, Martin Ginting, Selasa (4/8/2020). Menurutnya, 9 staf itu dinyatakan reaktif usai mudik Idul Adha.

“Mereka reaktif setelah mudik pada Idul Adha kemarin. Mungkin setelah bersosialisasi dengan keluarga dan warga di kampung halamannya,” terang Ginting

Ditambahkannya, saat libur Idul Adha, 9 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PN Surabaya tersebut sebelumnya dinyatakan sehat, namun saat ini harus mejalani karantina setelah mengikuti rapid tes.

“Sebelum liburan Idul Adha, mereka kondisinya sehat-sehat saja. Setelah rapid tes, hasilnya reaktif. Mereka memang dari luar Surabaya saat liburan,” tambahnya.

Martin juga menyebut kesembilan ASN itu sudah ditangani Tim Gugas Covid Pemkot Surabaya. “Sudah dikarantina dan menjalani swab, hasilnya menunggu empat hari lagi,” jelasnya

Dia juga membenarkan ada seorang hakim terpapar covid-19, kini menjalani perawatan di Jawa Barat. Sedangkan seorang hakim lagi yang positif covid, masih belum sembuh juga di rumah sakit.

Untuk kegiatan rutin Agustusan, kemungkinan upacara 17 Agustus dilakukan secara daring. Demikian juga soal penundaan sidang, akan diatur sebelumnya.

Pihaknya sudah berupaya maksimal memutus mata rantai penyebaran covid. Sudah disediakan tempat cuci tangan, handsanitizer dan jaga jarak bagi pengunjung meski bermasker.

“Tapi kita bersyukur, security yang setiap hati bersentuhan dengan masyarakat pencari keadilan, saat rapid test tidak ada yang reaktif,” pungkasnya. @rofik