LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019 di Kabupaten Lamongan.

Dana Desa di Lamongan mendapat sorotan dari kejaksaan sebab di duga terjadi pemotongan 4,5 persen melalui Asosiasi Kepala Desa (AKD) hingga mencapi total Rp 16,5 miliar. Uang hasil potongan tersebut ditengarai dibuat ‘bancaan’ oleh okmum pejabat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Anggara Suryanagara mengatakan, penyelidikan kasus pemotongan anggaran DD ini dilakukan secara tertutup. Sehingga pihaknya saat ini belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan secara tertutup, mohon maaf kami belum bisa memberikan informasi lebih detail,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (03/08/2020).

Informasi yang dihimpun lensaindonesia.com, modus korupsi DD di Lamongan adalah melakukan pemotongan sebesar 1,5 persen pertermin.

Diketahui, pada 2019 pagu DD yang dialokasikan untuk Kabupaten Lamongan adalah sebesar Rp.367.123.481.000. Anggaran ini turun dalam tiga termin.

Besaran DD setiap desa antara Rp 600 juta – Rp 1,2 miliar. Sesuai besaran wilayah desanya.

Ada total 240 desa yang saat ini dalam pantauan khusus badan penting negara dan Kejati. Di antara desa-desa itu ada di Kecamatan Modo, Glagah, dan kecamatan yang lain.@rofik