LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Sutiaji meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk merelokasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dialihkan untuk pembelian kuota internet. Hal ini dilakukan untuk menunjang pelaksanaan sekolah daring.

Permintaan itu disampaikan saat meninjau fasilitas wifi gratis khusus bagi pelajar dan mahasiswa warga Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun. Selasa (04/08/2020).

Kala itu, Lurah Bandulan, Dian Sonyalia Catur Rina menyiapkan fasilitas wifi gratis. Itu untuk memfasilitasi warga yang kesulitan mengikuti  sekolah berbasis daring / online karena keterbatasan kuota dan paket internet.

Fasilitas tersebut disiapkan di aula kantor Kelurahan Bandulan. Tiap sesi di isi 10 orang pelajar selama 2 jam. Fasilitas tersebut dibuka setiap hari, mulai  Senin sampai Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Wali Kota Sutiaji mengapresiasi inisiatif Lurah Bandulan beserta perangkatnya itu.

“Inisiatif ini merupakan inovasi yang bagus. Saya pikir bisa ditiru wilayah lainnya. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani sekolah berbasis online,” ujarnya.

Dia optimis melalui upaya tersebut, warga Kota Malang bakal  mendapatkan pelayanan yang terbaik dari Pemerintah Kota Malang. Makanya, Sutiaji meminta Disdikbud   Kota Malang merealokasi anggaran BOS untuk pembelian paket internet.

“Besarannya, sekitar Rp 50 ribu per siswa. Baik itu bagi siswa SD maupun SMP. Sehingga, bisa membantu mereka  untuk belajar di rumah,” tegas dia.

Sementara itu Lurah Sonya mengungkapkan soal ide memberi fasilitas wifi gratis. Menurut dia, pihak kelurahan memberikan fasilitas tersebut setelah mendapat keluhan dari warga yang kesulitan membeli kuota internet.

“Ada warga yang menyampaikan, kalau berniat menjual barangnya untuk beli kuota internet. Karena itulah, kami dari kelurahan langsung melakukan diskusi. Sehingga diputuskan untuk membuat fasilitas wifi gratis,” terangnya.

Karena itu dia berharap upayanya itu bisa membantu  meringankan beban warga. “Ya, khususnya di Kelurahan Bandulan,” tandas Sonya.

Sampai saat ini, Pemkot Malang belum bisa merealisasikan rencana membuka sekolah lagi, sebab kasus COVID-19 terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan, secara komulatif total pasien positif COVID-19 di Kota Malang sampai saat ini mencapai 742 orang setelah pada Selasa 4 Agustus 2020 terjadi penambahan 46 kasus.@aji