LENSAINDONESIA.COM: Unit I Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, membekuk kaki tangan jaringan pengedar sabu antar kota di Jl Demak. Masing-masing Ficky (28) warga Jl Demak, Fitria (21) warga Jl Kedinding dan Moch Zaidan (18) warga Jl Taman Irawati.

Dari penangkapan ketiganya pada 21 Juli lalu itu, polisi menyita barang bukti 1 poket sabu seberat 40 gram dan 7 butir ekstasi. Petugas lalu mengembangkan kasus dengan memerika Hp para tersangka. Hasilnya diketahui jika kelompok ini sebelumnya telah melakukan pengiriman sabu 14 kilo dan 500 ekstasi

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya menjelaskan, narkoba sebanyak itu dikirim melalui jasa ojek online atas perintah HR yang saat ini masih DPO. “Dari Hp tersangka F diketahui mereka sudah mengirim narkoba dalam jumlah besar,” jelasnya, Jumat (7/8/2020).

AKBP Memo menambahkan, penangkapan terhadap kelompok ini merupakan pengembangan kurir ekstasi yang sudah ditangkap saat membawa 1.300 butir, beberapa waktu lalu.

“Tersangka F ini bekerja pada seorang bandar sejak 3 bulan belakangan. Dalam tempo yang singkat ini dia sudah melakukan pengiriman 50 kilo sabu,” tambahnya.

Dengan semangat membersihkan Surabaya dari narkoba, petugas Sat Reskoba Polrestabes terus mengembangkan kasus dengan memeriksa keterangan para tersangka.

Dari pemeriksaan itu, polisi mendapat Rizky (34) oknum Polres Bangkalan dan teman wanitanya, Latifah (27) warga Jl Tenggumung. Keduanya diamankan di tempat kos Jl Ploso Bogen, Surabaya.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga poket sabu seberat 2 kg dan 1 poket seberat 40 gram serta 7 butir ekstasi,” papar AKBP Memo lebih lanjut.

Yang mengejutkan, setelah kasus dikembangkan muncul nama oknum polisi lain, yakni Agus (36). Oknum Polres Ponorogo ini akhirnya berhasil diciduk di rumahnya pada Minggu (26/7/2020) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 2 poket sabu seberat 26,88 gram.

Oknum polisi yang terlibat peredaran narkoba dihadiahi timah panas di kakinya

Kedua oknum polisi yang menjadi kaki tangan bandar narkoba ini dihadiahi timah panas di kedua kakinya karena melawan saat ditangkap.

“Kami adil dan sangat tegas terhadap siapapun yang terlibat peredaran narkoba. Apalagi seharusnya anggota polisi itu wajibnya memberantas narkoba,” pungkasnya. @rofik