LENSAINDONESIA.COM: Tempat hiburan Rasa Sayang Blue Fish di Jl Tegalsari 97, seperti sengaja abaikan aturan dalam Perwali nomor 33 tahun 2020 dengan tetap beroperasional meskipun Surabaya masih dilanda pandemi covid-19.

Hebatnya lagi, tempat yang menyediakan sejumlah room untuk berkaraoke ria ini belum tersentuh petugas gabungan Satpol PP Surabaya dan Polrestabes yang kerap menggelar patroli bersama untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Sejumlah pedagang di sekitar lokasi memastikan pub ‘n karaoke ini tetap beroperasional walau tak lagi menyajikan live orkes dangdut. “Bukan tutup itu, di dalam banyak orang kok. Kadang-kadang saya tahunya malah sampai jam 3 pagi,” cetus penjual bakso ini, Minggu (9/8/2020).

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Surabaya, Piter Frans Rumaseb, saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengirim tim untuk mengecek dan menertibkan. “Banyak laporan masuk tentang adanya tempat hiburan yang masih beroperasional. Padahal aturan dalam Perwali tidak memperbolehkan. Nanti akan saya cek,” jawabnya melalui sambungan telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, tempat hibutan milik Heri Kuncoro itu tetap beroperasi meski tidak menyediakan live musik dangdut. Namun sejumlah room karaoke dan purel sudah tersedia untuk para tamu yang ingin bernyanyi didampingi cewek.

“Ada paket yang 700 ribu free room dan cewek (purel) 1, paket 1 juta free room dan cewek 2,” ujar salah satu pegawai yang sengaja tidak disebutkan namanya, Jumat (7/8/2020) lalu.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto sebelumnya sempat mengeluarkan statemen akan menegakkan Perwali nomor 33 tahun 2020 dengan menindak tegas tempat hiburan yang nekat buka di tengah pandemi covid-19. “Kami setiap hari patroli, tapi masih saja ada yang nyuri-nyuri tetap beroperasional,” cetusnya

Pantauan Lensa Indonesia dalam beberapa hari di lokasi, biasanya menjelang malam gerbang Rasa Sayang Blue Fish ditutup rapat dan kendaraan pengunjung diparkirkan agak ke seberang untuk menghindari pantauan petugas.

Tetapi khusus hari ini gerbang Rasa Sayang Blue Fish tetap terbuka lebar. Mungkin pengelola merasa aman atau menganggap hari Minggu tak pernah ada operasi tempat hiburan. @wendy