LENSAINDONESIA.COM: Cari fakta: Mencuat informasi terkait Pilores 2024 bakal batal. Bahkan, kabar dari akun Facebook atas akun @Yahoot menggugah teks “PILPRES 2024 DIBATALKAN, ditunda sampai 2029”.

Jelas, dalam unggahan tersebut menampilkan wajah Presiden RI ke-4, Gus Dur; Presiden Jokowi; dan Ahok. Unggahan itu diunggah @Yahoot pada 23 Juni 2020 lalu.

Inilah narasinya:

“PILPRES 2024 DIBATALKAN, ditunda sampai 2029”
Jika ini Terjadi Tamparan Telak Buat Yg Niat Memanzulkan Presiden

KPU: Palsu dan tidak berdasar

Dari adanya informasi tersebut, Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menegaskan kabar terkait penundaan pilpres selama lima tahun itu palsu dan tidak berdasar.

Dewa menjelaskan, ketentuan tentang pilpres masih diatur dalam UU Pemilu yang menyebut bahwa pemilihan dilaksanakan lima tahun sekali.

“Selama UU Pemilu dan UUD belum diubah, ya itu akan menjadi pegangan kita,” tegas Dewa kepada jawapos.com.

Disambung Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafim. Arwani menerangan bahwa DPR sedang menggodok RUU Pemilu.

Namun, dalam pembahasan tersebut sama sekali tidak terdapat rencana penundaan Pilpres 2024. Yang mungkin dimundurkan adalah pilkada 2024, untuk menata konsep keserentakan pemilu nasional dan juga daerah.

“Tapi, kalau untuk pilpres, pilegnya itu DPR, DPD, tetap di 2024,” ungkap Arwani.

Sementara itu, dari lansiran dpr.go.id, di kolom JDIH tentang UUD 1945 BAB III pasal 7 terkait kekuasaan pemerintah, jelas tercantum “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun,dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Pasti hoaks

Informasi terkait Pilpres 2024 ditunda hingga 2029 jelas hoaks dan menyesatkan. Unggahan tersebut terkategori misleading content. Misleading muncul akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok.

Konten jenis ini dibuat sengaja dan menggiring opini sesuai kehendak si pembuat informasi tersebut.@Mp,Eld-Licom