LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah massa mendatangi RS Muji Rahayu di Jl Raya Manukan Wetan 68, Surabaya, untuk mengambil jenazah secara paksa, Senin (10/8/2020) malam.

Keluarga Abdul Mu’in (66) warga kawasan Simo Mulyo, tak terima surat pernyataan RS Muji Rahayu yang menyebut meninggal akibat covid-19.

Zainab, anak Abdul Mu’in menuturkan, sebelum dilarikan ke RS Muji Rahayu, ayahnya sudah menjalani perawatan di RS Al-Isyad, Surabaya,

“Abah saya sakit infeksi usus. Sebelum dari sini itu di Al-Irsyad dan sudah rapid test, sudah rontgen, terus hasilnya masih tanda tanya. Pindah sini kan butuh oksigen ventilator,” terangnya di rumah sakit.

Saat tiba di RS Muji Rahayu, Abdul Mu’in dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) kemudian dipasang oksigen. Namun, tidak sampai 10 menit, dinyatakan meninggal dan akan dimakamkan pihak RS sesuai protokol covid-19.

“Gak sampai 10 menit itu udah nggak ada (meninggal), abah saya bukan kena corona kok dipersulit,” imbuhnya.

Pantauan Lensa Indonesia di tempat kejadian, tampak aparat gabungan dari Satpol PP, Polsek Tandes, Polsek Sukomanunggal, Polrestabes Surabaya dan BPB Linmas Kota Surabaya bersiaga di lokasi.

Sementara itu, Ketua BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto ketika di konfirmasi mengatakan, jika pihaknya belum bisa menjelaskan jenazah tersebut terkonfirmasi covid-19 atau tidak.

“Dia baru 10 menit lalu meninggal, lah RS Muji Rahayu gak punya rekam medisnya seperti apa. Kalau dari ciri-ciri klinisnya yang bisa menjelaskan pihak Al-Irsyad, Sekarang Al-Isyad saya minta untuk menjelaskan,” pungkas mantan Kasatpol PP Surabaya yang dikenal lugas ini. @wendy