LENSAINDONESIA.COM: Tiga kafe di Jl Kayoon masih nekat buka disaat beberapa kafe lainnya memilih taat Perwali 33 tahun 2020. Masing-masing adalah Suka-Suka, Makassar Primadona dan Happy Fun So.

Pantauan Lensa Indonesia beberapa hari di lokasi, ketiga tempat itu buka sejak siang hari dengan suguhan bir siap dipesan.

Saat menjelang maghrib, tamu mulai berdatangan dan menjadikan kafe-kafe itu hingar bingar dengan suara musik. Apalagi Suka-Suka, Makassar Primadona dan Happy Fun tak punya peredam sehingga suara orang yang berkaraoke terdengar hingga pinggir jalan.

“Siang mas bukanya, tapi kalau tutupnya kadang gak nentu sih jamnya,” ujar salah satu karyawan Happy Fun saat di konfirmasi Lensa Indonesia, Rabu (12/8/2020).

Penelisuran Lensa Indonesia, ketiga kafe tersebut memang ‘ndablek’. Meskipun sering kena razia petugas tapi tak pernah takut kembali beroperasional.

Pintu masuk ketiga kafe itu juga terpasang stiker pelanggaran yang ditempelkan petugas Satpol PP beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Chritijanto menegaskan, tempat karaoke tidak diperbolehkan buka. Pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika menemukan tempat karaoke yang masih nekat.

“Tiap hari Satpol PP operasi. Kalau restoran boleh buka sampai dengan pukul 22.00 WIB. Yang tidak boleh karaoke dan bar,” jelasnya, Rabu (12/8/2020).

Diberitakan sebelumnya, ketiga kafe itu pernah terjaring operasi Rekreasi Hiburan Umum (RHU) pada Jumat (27/7/2020) lalu. Operasi tersebut gabungan dari Satpol PP Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

Petugas saat menempelkan stiker pelanggaran di salah satu kafe Jl Kayoon

Petugas juga membubarkan tamu kemudian menghentikan operasional ketiga kafe tersebut dan memasang stiker pelanggaran Perwali 33 tahun 2020.

“Ditempel stiker pelanggaran karena tempat usaha tidak memberlakukan physical distancing. Selain itu ditemukan pelanggaran karena tempat usaha masih beroperasional dan sengaja melanggar Perwali nomor 33,” kata Koordinator Tim RHU Satpol PP Surabaya, Budi Walujo, Jumat (27/7/2020) lalu. @wendy