LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya akan menambah alat berat untuk mempercepat pengerukan saluran air di Kalibokor dan Wonorejo. Selama ini, dua saluran tersebut memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya banjir di beberapa kawasan Surabaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, saat ini pihaknya telah menambah unit alat berat berupa long arm excavator beserta ponton di kedua lokasi tersebut.

Di Wonorejo sendiri terdapat empat unit alat berat yang ditempatkan di sana. Dengan rincian, tiga alat berat di kawasan Pondok Nirwana (Jalan Baruk Utara) dan satu alat berat di dekat jembatan Jalan Raya Kendalsari atau belakang IPH (Intan Permata Hati School). Kalau di Kalibokor itu juga ada empat alat beratnya. Kalau bisa yang Wonorejo itu maksimal tiga bulan selesai. Supaya (alat beratnya) bisa dipakai yang lainnya.

“Untuk yang di Wonorejo, ada empat unit alat berat yang diletakkan di sana. Dengan rincian, tiga alat berat di kawasan Pondok Nirwana dan satu alat berat di dekat jembatan Jalan Raya Kendalsari atau belakang IPH,” ujarnya. “Kalau di Kalibokor itu juga ada empat alat beratnya. Kalau bisa yang Wonorejo itu maksimal tiga bulan selesai. Supaya (alat beratnya) bisa dipakai yang lainnya,” kata Erna, Kamis (13/08/2020).

Menurut dia, percepatan pengerukan saluran air Kalibokor dan Wonorejo ini juga sesuai dengan arahan Wali Kota Tri Rismaharini. Sebab, jika nantinya pintu air petekan dapat difungsikan, maka air di Sungai Kalimas bisa dikendalikan.

“Jadi nanti kayak saluran Kalibokor itu yang biasanya irigasi, nanti bisa difungsikan drainase. Jadi alirannya dibalik bisa masuk ke Sungai Kalimas. Maka untuk pengerukannya ini kita percepat,” katanya.

Pengerukan ini, lanjut Erna, dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di beberapa kawasan Surabaya. Selain itu pula, upaya ini untuk mendukung sistem drainase yang akan diterapkan di Sungai Kalimas. Kalau biasanya air sungai kali mas mengalir ke Kalibokor, nantinya akan dibalik.

“Kalau selama ini kan Sungai Kalimas mengaliri seperti ke saluran Kalibokor terus airnya dibagi-bagi. Nah, kalau nanti dibalik,” katanya.

Ketika pintu air petekan itu beroperasi, maka otomatis sistem drainase di Sungai Kalimas dapat difungsikan. Erna menyebut, jika selama ini Sungai Kalimas mengaliri beberapa saluran, nantinya beberapa saluran itu dapat mengaliri Sungai Kalimas jika airnya surut.@budi